Polres Karawang Tangkap Perempuan Gila yang Diduga Penculik Anak - Kompas.com

Polres Karawang Tangkap Perempuan Gila yang Diduga Penculik Anak

Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Kompas.com - 14/03/2017, 15:37 WIB
Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus

BANDUNG, KOMPAS.com - Polres Karawang menangkap seorang wanita yang diduga akan menculik seorang anak berinisial NAF (3), warga Kampung Pasirjengkol, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Senin (13/3/2017).

"Diduga 44 (gila) belum diketahui identitasnya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus melalui ponselnya, Selasa (14/3/2017).

Yusri menjelaskan, kejadian berlangsung Senin (13/3/2017) sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah korban dimandikan ibunya, NAF pergi main ke lapangan sepak bola dekat rumahnya bersama teman-temannya.

"Tidak lama teman-teman korban pulang ke rumah masing-masing lalu tinggal korban sendiri di lapang bola," ungkapnya.  

Saat sendirian di lapangan sepak bola, pelaku datang berjalan kaki menghampiri korban. 

"Ketika korban sedang duduk, pelaku menyentuh pundak korban. Korban langsung berdiri lalu tangan kanan korban digenggam oleh pelaku dengan tangan kirinya," imbuhnya.

Menurut Yusri, pelaku mencengkram kuat tangan korban dan membawanya berjalan sekitar 10 meter. Saksi mata yang melihat korban diseret pelaku saat itu berteriak. 

Mendengar teriakan saksi, pelaku langsung melepaskan tangan korban dan pergi meningggalkan korban.

"Setelah itu pelaku masuk ke Masjid Baiturrohman kemudian memakai mukena dan mengambil posisi duduk seperti berdzikir di tempat imam. Kemudian saksi-saksi lain menyuruh pelaku untuk pindah dari tempat imam," tuturnya. 

 

Kemudian saksi di lapangan bercerita kepada warga, pelaku hendak menculik NAF. Mendengar itu, warga langsung mengerumuni pelaku. "Kemudian oleh aparat setempat diamankan ke kantor kelurahan, lalu ke Polsek,"  imbuhnya.

Hingga kini, pelaku masih diperiksa di Mapolres Karawang untuk mengetahui apakah pelaku benar-benar gila atau hanya berpura-pura. 

PenulisKontributor Bandung, Putra Prima Perdana
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X