Bapak Tega Tebas Anaknya Sendiri hingga Korban Meninggal - Kompas.com

Bapak Tega Tebas Anaknya Sendiri hingga Korban Meninggal

Kontributor Mataram, Karnia Septia
Kompas.com - 17/02/2017, 17:38 WIB
Kontributor Mataram, Karnia Septia Suasana duka di rumah keluarga almarhum MA (8), Jumat (17/2/2017).

MATARAM, KOMPAS.com - AS (48), warga Cakranegara, Kota Mataram, NTB, tega menebas MA (8), anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Kamis (16/2/2017).

"Kita terima informasi dari kepala lingkungan bahwa terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh bapak kandung terhadap anak kandungnya sendiri, hingga menyebabkan anak kandungnya meninggal dunia," kata Kapolsek Cakranegara, Kompol Haris Dinzah, Jumat (17/2/2017).

Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 24.00 Wita di kediaman pelaku. Saat kejadian, korban tengah tidur sendirian di ruang tamu.

Entah apa yang dipikirkan pelaku, tiba-tiba AS mengambil sebilah parang dan menebas leher putra bungsunya, MA. Saat itu, korban sempat dilarikan ke puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram, tetapi nyawa korban tidak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir ketika dalam perjalanan.

"Motifnya masih kita dalami karena kondisi psikis bapak itu sampai sekarang masih terganggu," kata Haris.

Kepada polisi, pelaku mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan terhadap anaknya. Guna menyidikan lebih lanjut, saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Cakranegara.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa parang, sarung bantal dan seprei kasur yang berlumuran darah.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Cakranegara.

Suhaimi, kakak pelaku, mengatakan dirinya tidak percaya atas perbuatan AS yang tega menganiaya anaknya sendiri.

Menurut Suhaimi, selama ini adiknya selalu taat beribadah dan rajin ke masjid. Selain itu, korban juga merupakan anak kesayangan pelaku karena bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan satu-satunya anak laki-laki.

"Kalau dia sadar itu nggak mungkin. Jangankan dipukul, dimarahi saja nggak pernah. Dia (korban) sangat disayangi," kata Suhaimi.

Terkait kasus ini, keluarga mengaku pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Sementara jenazah korban rencananya dimakamkan Jumat hari ini.

PenulisKontributor Mataram, Karnia Septia
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM