Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beli iPhone dengan Sebagian Uang Palsu, Mahasiswa Ini Ditangkap

Kompas.com - 24/01/2017, 18:12 WIB
Andi Hartik

Penulis

MALANG, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang ditangkap karena mencetak uang palsu.

Mahasiswa itu diketahui bernama Revangga (24), warga Ronggomulyo, Tuban. Ia ditangkap di rumah kosnya di Perumahan Landungsari Indah pada Jumat (21/1/2016).

Kapolsek Dau, Kabupaten Malang, Kompol Endro Sujiat mengatakan, awalnya pelaku mengambil gambar uang kertas Rp 100.000 melalui internet. Gambar itu lalu dicetak melalui kertas HVS dengan mesin printer merek Canon.

Setelah dicetak, kertas bergambar uang itu dipotong sesuai dengan ukuran uang asil. Dengan begitu, gambar tersebut mirip seperti uang asli.

"Pelaku men-download gambar uang dari internet, lalu dicetak dan dipotong pakai cutter menyerupai uang asli," katanya, Selasa (24/1/2017).

Uang yang dicetak pelaku cukup banyak, mencapai 156 lembar atau senilai Rp 15,6 juta. Setelah mencetak uang palsu, pelaku lalu memesan ponsel dengan cara sistem cash on delivery (COD) seharga Rp 1,75 juta.

Pelaku meminta ponsel cerdas itu diantar ke kosannya dan akan dibayar tunai. Setelah ponsel itu diantar, pelaku membayarnya sebagian dengan uang palsu yang dicetaknya sendiri. Ada dua lembar atau senilai Rp 200.000 yang palsu. Sementara sisanya merupakan uang asli.

"Yang dibelanjakan baru dua lembar. Harga iPhone Rp 1,75 juta. Uang yang asli cuma Rp 1,55 juta," terangnya.

Pelaku dianggap melanggar Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com