Survei: Desy Ratnasari Kandidat Kuat Cawagub Jabar - Kompas.com

Survei: Desy Ratnasari Kandidat Kuat Cawagub Jabar

Kompas.com - 17/01/2017, 09:29 WIB
Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty Anggota Komisi VIII DPR RI, Desy Ratnasari saat menyampaikan paparannya saat kunjungan kerja di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (1/11/2016).

BANDUNG, KOMPAS.com – Meski tak masuk sebagai kandidat kuat pengganti Ahmad Heryawan pada 2018, Desy Ratnasari menjadi kandidat kuat sebagai Wakil Gubernur Jabar. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (Instrat) pada 24-28 November 2016.

Desy disebut sebagai sosok yang memiliki persentase tertinggi dari beberapa kandidat wakil gubernur dari hasil survei persepsi kelayakannya. Persepsi kelayakan Desy mencapai 33,4 persen.

Persentase itu mengalahkan Dede Yusuf yang pernah menjadi Wakil Gubernur Jabar di periode 2008-2013. Persepsi kelayakan Dede Yusuf untuk menjadi wakil gubernur itu mencapai 26,2 persen. Sedangkan di posisi ketiga ditempati Rieke Diah Pitaloka yang persepsi kelayakannya mencapai 23,1 persen.

Desy menjadi kandidat wakil gubernur terkuat lantaran persentase popularitasnya yang mencapai 86,9 persen. Faktor budaya televisi diyakini menjadi faktor popularitas Desy menjadi tinggi. Televisi pun tercatat sebagai media favorit responden yang persentasenya mencapai 79,75 persen.

“Publik kenal terhadap sosok yang lama berkecimpung di dunia pertelevisian,” kata Direktur Instrat, Jalu Pradono, kepada wartawan di Hotel Mitra, Jalan Supratman, Kota Bandung, Senin (16/1/2017).

Meski menjadi kandidat kuat, kata Jalu, peluangnya untuk bisa maju masih kecil. Sebab , kata dia, peluang politik itu pasti berkaitan dengan dukungan partai politik. Sementara PAN, partai politik yang menaungi Desy, tidak begitu signifikan suaranya di Jabar.

“Jadi kalau tak ada dukungan tetap sulit (maju),” kata Jalu.

Indonesia Strategic Institute (Instrat) merilis preferensi calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar mendatang. Preferensi itu merupakan hasil survei yang dilakukan Instrat pada 24-28 November 2016.

Survei itu menyasar sebanyak 1.600 responden warga Jabar yang berusia 17 tahun atau sudah menikah. Survei dilakukan dengan beberapa metode seperti teknik wawancara face-to-face berbasis kuisoner terstruktur yang dipegang pewawancara dan melakukan pengacakan responden dengan teknik multistage random sampling.

Selain itu, survei juga mengambil sampel yang dibuat proporsional hingga tingkat kota/kabupaten. Adapun pembiayaan survei tu dilakukan dengan mengalokasikan anggaran internal Instrat.

Total desa/kelurahan yang disurvei sebanyak 253 buah yang tersebar di seluruh wilayah Jabar. Sedangkan margin of error pada survei yang dilakukan Instrat itu sebesar 2,49 persen. (Tribun Jabar/Teuku Muh Guci S)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM