Bermasalah dengan Suami, Ibu Muda Aniaya Anak Kandung hingga Tewas - Kompas.com

Bermasalah dengan Suami, Ibu Muda Aniaya Anak Kandung hingga Tewas

Kompas.com - 22/11/2016, 09:36 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang ibu muda bernama Siska Nopriana (23) diduga melakukan penganiayaan yang menewaskan anak kandungnya, Bryan Aditya Fadhillah (4). Siska diduga menyakiti anaknya sendiri karena emosi setelah berselisih dengan suami.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Resor Kota Palembang Inspektur Polisi Satu Cek Mantri mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap Siska dan melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Informasi mengenai meninggalnya Bryan diperoleh dari Siska yang datang ke Kepolisian Resor Kota Palembang.

Awalnya, Siska melaporkan adanya kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya, Salbani (30).

Setelah dimintai keterangan mengenai kasus kekerasan itu, Siska mengatakan bahwa anaknya telah meninggal karena dianiaya.

Berdasarkan keterangan tersebut, polisi mendatangi rumah Siska di Jalan Lubuk Bakung, Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang.

Di ruang tamu, polisi mendapati Bryan sudah meninggal dunia. Polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Dari hasil otopsi, ditemukan sejumlah luka memar dan lebam di hampir seluruh tubuh dan kaki korban.

Kakek korban, Syamsudin (53), saat ditemui di RS Bhayangkara, mengatakan, kabar meninggalnya Bryan diperoleh dari tetangganya. "Saat saya datang, Bryan sudah meninggal," ucapnya.

Mengurus anak

Syamsudin mengatakan, kedua orangtua korban sempat berpisah karena perselisihan dalam rumah tangga. Keributan itu lantaran Siska dianggap tidak mampu mengurus anak.

Kepala Bagian Operasional Polresta Palembang Komisaris Andi Kumara mengatakan, polisi masih memeriksa Siska dan menghadirkan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

Dalam pemeriksaan lanjutan, Siska diduga telah menganiaya anaknya dengan menendang bagian dada sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan sekitar pukul 10.00. Adapun laporan kepada kepolisian dilakukan sekitar pukul 15.00.

Atas perbuatannya, Siska dapat dijerat dengan Pasal 80 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak.

Pemerhati anak, Adi Sangadi, mengatakan, apa pun alasannya, tidak seharusnya seorang ibu menganiaya anaknya sendiri hingga tewas. "Sebagai seorang ibu, seharusnya ia melindungi anaknya, bukan menganiayanya," katanya.

Adi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penganiayaan itu terjadi, antara lain permasalahan ekonomi yang membelit keluarga ini, perselisihan dengan suami, atau adanya gangguan jiwa. "Yang jelas, sang ibu ini tidak berkelakuan baik," ujarnya. (RAM)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 November 2016, di halaman 21 dengan judul "Terbakar Emosi, Ibu Tega Aniaya Anak Kandung hingga Tewas".

EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM