Fauzal, Penyandang Difabel Pembuat Kaki Palsu dari Serabut Kelapa - Kompas.com

Fauzal, Penyandang Difabel Pembuat Kaki Palsu dari Serabut Kelapa

Kontributor Mataram, Karnia Septia
Kompas.com - 15/11/2016, 11:51 WIB
KOMPAS.com/ Karnia Septia Fauzal membuat kaki palsu dari serabut kelapa

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com - Mengendarai sepeda motor bebek, Fauzal Bahri (30) dengan lincah mengoper gigi dan sesekali menginjak rem. Sekilas tidak ada yang berbeda dalam diri pria ramah ini.

Ia bisa berjalan dan beraktivitas seperti orang lain. Tetapi siapa sangka Fauzal adalah penyandang difabel?

Terjatuh dari sepeda motor tahun 2006 silam membuat kaki kirinya terpaksa diamputasi, dan kini harus berjalan menggunakan kaki palsu.

Peristiwa 10 tahun silam itu masih membekas di ingatannya. Kala itu ia sempat down, sulit baginya menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dengan satu kaki. Apalagi saat itu Fauzal masih berusia 20 tahun dan tengah asik menikmati suasana bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Sempat minder, masih muda juga kan. Sempat saya berhenti kuliah," kenang Fauzal.

Usai diamputasi, anak ketiga dari empat bersaudara ini berjalan dengan bantuan tongkat. Ia pernah berharap memperoleh bantuan kaki palsu. Tetapi di daerah ini, tidak ada Rumah Sakit yang menyediakan kaki palsu. Ditambah lagi Fauzal tidak mampu membeli, karena harga sebuah kaki palsu dibandrol dengan harga tinggi sekitar Rp 10 juta.

"Akhirnya saya kepikiran buat kaki palsu, itu sangking kepingin saya. Walaupun saya enggak bisa jalan, paling nggak saya kelihatan normal," kata Fauzal.

Warga Dusun Bangle, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, ini pun mulai membuat kaki palsunya sendiri tahun 2007. Saat itu Fauzal membuat kaki palsu dari bahan paralon. Pertama memakai, ia merasa kurang nyaman. Kakinya terasa sakit.

"Awalnya kan cuma ingin kelihatan normal saja, tapi dari situ saya mencoba berjalan dengan kaki itu. Memang tidak bisa langsung bisa jalan, butuh proses," ucapnya..

Setahun beradaptasi dengan kaki palsunya, rasa percaya diri Fauzal pun kembali. Dia kembali ke bangku kuliah tahun 2008. Dengan kaki palsu buatannya sendiri, Ia bisa berjalan bahkan naik sepeda motor tanpa bantuan orang lain.

Hingga tahun 2012 Fauzal terus berinovasi agar kaki palsu buatannya nyaman dipakai. Dia lalu membuat kaki palsu dari bahan fiber. B ahan ini cocok untuk membuat kaki palsu karena mudah dibentuk.

Dari bahan fiber inilah puluhan kaki palsu sudah ia buat. Banyak orang yang senasib dengannya, datang ke rumah minta dibuatkan kaki palsu.

KOMPAS.com/ Karnia Septia sabut kelapa untuk membuat kaki palsu
Serabut kelapa

Setelah menggunakan bahan fiber, ia merasa masih ada beberapa kekurangan. Ia lalu melakukan berbagai eksperimen dengan menggunakan bahan lain mulai dari menggunakan serat batang pisang, serat bambu hingga menggunakan serabut kelapa.

Dari bahan-bahan tersebut, serabut kelapa menjadi pilihan. Menurut dia, kaki palsu dengan bahan serabut kelapa lebih kuat dan mudah dibentuk dibandingkan bahan lainnya.

"Kalau dari serabut kelapa itu ketika mendapat benturan dia akan kuat karena seratnya itu tidak mudah putus dan cepat kering serta lebih ringan," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini kenyamanan kaki palsu dari serabut kelapa buatannya sudah mencapai 99 persen.

Sejak dibuat tahun 2015, hingga kini Fauzal masih mengenakan kaki palsu dari serabut kelapa. Sudah banyak orang yang memesan, tetapi dia tidak mau sembarangan. Sebab kaki palsu buatannya harus dipastikan benar-benar aman dan nyaman.

"Masih uji coba," katanya.

KOMPAS.com/ Karnia Septia Fauzal membuat kaki palsu dari serabut kelapa

Kaki gratis

Dengan apa yang dialaminya, Fauzal kini merasa bersyukur. Ia bisa membantu orang lain yang senasib dengannya.

Salah satu impian terbesar Fauzal adalah ingin membuat kaki palsu gratis. Sebab selama ini para penyandang difabel seperti dirinya tidak memiliki tempat mengadu untuk mendapatkan kaki palsu.

Harga sebuah kaki palsu sangat mahal. Padahal sebagian besar penderita difabel merupakan orang tidak mampu. Tidak hanya sekedar membuat kaki gratis, Fauzal juga ingin membuat sebuah rumah singgah.

Di tempat itulah nanti para penyandang difabel bisa menginap sambil dibuatkan kaki palsu. Ini diperlukan agar mereka memiliki kepercayaan diri, serta kaki palsu yang dibuat benar-benar menyatu dan nyaman dipakai. 

PenulisKontributor Mataram, Karnia Septia
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM