Foto Ganjar Pranowo Tidur di Lorong Kereta Api Jadi Viral - Kompas.com

Foto Ganjar Pranowo Tidur di Lorong Kereta Api Jadi Viral

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 11/11/2016, 16:44 WIB
AKUN FACEBOOK HARI ISTATA Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tertidur di loros kursi KA Purwajaya menjadi viral di media sosial.

CILACAP, KOMPAS.com — Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tidur di kolong kursi kereta api, Jumat (11/11/2016) dini hari, menjadi viral di media sosial.

Dalam foto terlihat, Ganjar tidur mengenakan jaket dan celana panjang. Dengan beralas selimut, dia terlihat tidur meringkuk dalam posisi miring.

Foto Ganjar tersebut diunggah Hari Siwhed Istata dalam akun Facebook-nya. Dalam foto yang diunggahnya itu, Hari menulis antara lain:

"Dapat kiriman foto dari saudaraku yang kebetulan semalam (10-11-2016) satu gerbong kereta Purwojaya Jakarta-Cilacap dengan Gubernur Jawa Tengah."

"Mas, koncomu Gubernur kok le sare mesakke temen.." ( Mas, temanmu Gubernur kok tidurnya kasihan benar) kata saudaraku dalam komentarnya.

"Nek turu nang kursi ki raiso slonjor. Kurang angler..." kata pak ganjar berseloroh dg penumpang lainnya," lanjutnya.

Dari penelusuran, Ganjar naik Kereta Api Purwajaya, dari Stasiun Jakarta Gambir menuju Stasiun Cilacap. Kereta bisnis itu berangkat pada pukul 22.15 WIB dan tiba di Cilacap pukul 05.15 WIB.

Ganjar sendiri sebetulnya sedang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap. Namun, di tengah aktivitasnya, dia pergi ke Jakarta memenuhi undangan dari salah satu media pada Kamis malam.

Ganjar meninggalkan Cilacap pada Kamis (10/11/2016) siang seusai kegiatan bersih-bersih Pantai Teluk Penyu. Saat berangkat, dia naik kereta dari Stasiun di Purwokerto, Banyumas.

Foto Ganjar yang tersebar di media dibenarkan oleh staf Gubernur Jateng yang kebetulan mendampingi Ganjar. Kereta saat itu memang dalam kondisi lengang sehingga memungkinkan untuk tidur telentang.

"Benar, tapi saya enggak tahu kemudian jika ada yang memfoto dan disebarkan," kata Dwi Aseanto ketika dikonfirmasi secara terpisah. 

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X