Babat Bambu di Cagar Alam Tangale, Seorang Petani Ditangkap Polisi Hutan - Kompas.com

Babat Bambu di Cagar Alam Tangale, Seorang Petani Ditangkap Polisi Hutan

Kontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar
Kompas.com - 19/10/2016, 11:30 WIB
SHUTTERSTOCK ILUSTRASI

GORONTALO, KOMPAS.com –  Kasim Pomalingo (34), warga Dusun Polia, Desa Botumoputi, ditangkap polisi hutan karena menebang bambu di cagar alam Tangale, Kabupaten Gorontalo.

Kasim Pomalingo tertangkap tangan sedang melakukan penebangan bambu tegak (hulapa) saat petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Gorontalo melakukan pemantauan.

“Saat Kisman Saleh, Kepala Resor Cagar Alam Tangale melakukan pemasangan papan informasi, mendapati Kasim Pomalingo melakukan penebangan bambu di kawasan tersebut, kami langsung mengamankan pelaku dan barang bukti,” kata Syamsuddin Hadju, Kepala Balai KSDA Gorontalo, Rabu (19/10/2016).

Akibat perbuatannya, Kasim Pomalingo akan dijerat Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

“Sebagian barang bukti bambu dan parang kami amankan di kantor untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Syamsuddin.

Cagar Alam Tangale merupakan kawasan konservasi tempat tinggal monyet Gorontalo (Macaca nigresens), burung julang sulawesi (Aceros cassidix), tarsius (Tarsius tarsier) dan satwa lainnya. Selain itu, di cagar alam ini juga terdapat beragam flora khas Sulawesi.

Meski rumah bagi flora fauna, cagar alam Tangale juga menghadapi ancaman perladangan dan perburuan karena posisinya dibelah oleh jalan trans sulawesi.

PenulisKontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM