7 Perusahaan Operator Kereta Api Se-ASEAN Bertemu di Yogyakarta - Kompas.com

7 Perusahaan Operator Kereta Api Se-ASEAN Bertemu di Yogyakarta

Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Kompas.com - 18/10/2016, 14:03 WIB
Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma President Director PT KAI, Edi Sukmoro (tengah) bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono (mengenakan beskap hitam) saat jumpa pers usai pembukaan ARCEO ke 38

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Railways CEO's Conference (ARCEO) ke-38. Acara pertemuan para pimpinan perusahaan operator kereta api se-Asia Tenggara ini dihadiri perwakilan dari tujuh negara.

Tujuh perusahaan operator kereta api tersebut adalah Kereta Api Tanah Melayu Berhad (KTMB) Malaysia, State Railway Of Thailand, Vietnam Railway, Royal Railways Of Cambodia, Lao Railway Authority Laos, Myanmar Railways dan PT KAI.

Selain itu, dari Indonesia juga hadir PT Kereta Cepat Indonesia- China (KCIC), PT KCJ, PT KA Pariwisata dan PT Railink.

President Director PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan ASEAN Railways CEO's Conference pada tahun lalu dilaksanakan di Kamboja. Pada konferensi tahun ini di Indonesia, tema yang diangkat adalah " ASEAN's Railways Connecting ASEAN Economic Community".

"Pelaksanaanya tiga hari, mulai hari ini hingga tanggal 20 Oktober," ujar President Director PT KAI, Edi Sukmoro, dalam jumpa pers setelah pembukaan acara di Hotel Royal Ambarukmo, Selasa (18/10/2016).

Edi mengungkapkan, dalam konferensi ini akan dibahas berbagai aspek, baik teknis, marketing, pelayanan, teknologi maupun perkembangan perkeretaapian di ASEAN. Salah satu isu yang akan dibahas adalah upaya menciptakan konektivitas antar negara di Asia Tenggara melalui kereta api.

Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Sejak Agustus 2015 lalu, MEA secara resmi telah mendorong terciptanya persaingan pasar. Konektivitas juga telah menjadi isu umum yang kerap dibahas di pertemuan antar negara-negara ASEAN.

"Kereta api diharapkan dapat menciptakan konektivitas untuk mempermudah distribusi logistik, SDM, modal, dan investasi di Asia Tenggara, sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas pelayanan angkutan penumpang dan barang yang masih terjadi di negara-negara ASEAN," tandasnya.

Melalui ARCEO, dia mengakatan bisa mengamati berbagai tantangan, kesempatan dan potensi kerja sama di masa mendatang antar-perusahaan operator perkeretaapian di ASEAN.

"Cepat atau lambat saya yakin dapat diimplementasikan sebagai konektivitas ASEAN," ungkapnya.

Para peserta ARCEO yang berjumlah 110 orang ini juga akan melakukan beberapa kunjungan. Lokasi yang akan dikunjungi yakni pabrik kereta api di Madiun, Stasiun dan Museum Kereta Api Ambarawa.

"Di Ambarawa, para peserta akan merasakan sensasi menggunakan kereta api lokomotif uap yang memiliki roda bergerigi. Selain itu, para peserta juga akan menyaksikan sendratari Ramayana di Candi Prambanan," ucapnya.

Edi menyampaikan, ada beberapa pertimbangan alasan ARCEO ke-38 digelar di Yogyakarta, yaitu untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya, serta karena Yogyakarta merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Pulau Jawa melalui jalur Selatan baik jalur darat maupun kereta api.

"Menunjukkan kepada peserta bahwa Stasiun Tugu Yogyakarta merupakan bukti nyata keberhasilan pembenahan fasilitas oleh kereta api demi meningkatan pelayanan dan jasa kereta api," pungkasnya.

PenulisKontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X