Perguruan Tinggi 3 Negara Sosialisasikan Hasil Riset Tingkat Kehalalan Makanan - Kompas.com

Perguruan Tinggi 3 Negara Sosialisasikan Hasil Riset Tingkat Kehalalan Makanan

Jumarto Yulianus
Kompas.com - 07/09/2016, 07:39 WIB
KOMPAS/ JUMARTO YULIANUS Sejumlah perguruan tinggi dari tiga negara di Pulau Borneo menggelar Konferensi AntaraBangsa Islam Borneo (KAIB) IX selama dua hari, 6-7 September di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang perwakilan dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

BANJARMASIN, KOMPAS.com – Sejumlah perguruan tinggi dari tiga negara di Pulau Borneo terus meningkatkan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkuat dakwah di Borneo.

Hasil riset dan kerja sama antar-perguruan tinggi tersebut diharapkan bisa disosialisasikan untuk kemaslahatan masyarakat Borneo.

"Perguruan tinggi di Pulau Borneo harus memperkuat dakwah dalam arti giat menyosialisasikan hasil risetnya untuk kemaslahatan masyarakat. Misalnya, riset dan pengkajian tentang tingkat kehalalan makanan,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri pada acara pembukaan Konferensi AntaraBangsa Islam Borneo IX di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (6/9/2016).

Konferensi AntaraBangsa Islam Borneo (KAIB) IX digelar selama dua hari, 6-7 September di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin dan diikuti sekitar 100 orang perwakilan dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tema yang dibahas yaitu "Melestarikan Halal dan Memperkasa Dakwah di Borneo".

Perguruan tinggi yang mengikuti KAIB kali ini, antara lain Universiti Teknologi MARA Sarawak dan Sabah, Malaysia, Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Universitas Mulawarman Kalimantan Timur, Universitas Lambung Mangkurat, serta Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Kalimantan Barat.

Asisten Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Arman Haji Asmad menyampaikan, ada enam orang perwakilan dari UNISSA yang mengikuti konferensi kali ini.

"Dengan konferensi ini, kami berharap ikatan persaudaraan, penghayatan, dan pelestarian dakwah Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam bisa berkembang dan lebih maju,” tuturnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berharap, hasil pertemuan tahunan dalam KAIB bermanfaat bagi masyarakat Borneo pada umumnya dan masyarakat Kalsel pada khususnya.

"Pemikiran-pemikiran cerdas yang dihasilkan harus bisa diterapkan untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.

PenulisJumarto Yulianus
EditorFarid Assifa

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM