Kepala Sekolah Akui Kirim Surat Mengajak Siswinya Berhubungan Badan - Kompas.com

Kepala Sekolah Akui Kirim Surat Mengajak Siswinya Berhubungan Badan

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 02/09/2016, 21:39 WIB
Shutterstock /Ilustrasi surat cinta

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Setelah dilaporkan oleh siswinya, NR ke polisi karena mengajak muridnya berhubungan badan melalui surat, Kepala SMA Negeri Lurasik berinisial BA akhirnya angkat bicara.

Saat menghubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Jumat (2/9/2016), BA membenarkan isi surat yang mengajak muridnya, NR untuk berhubungan badan.

Baca juga: Kirim Surat Ajakan Berhubungan Badan, Kepsek Dilaporkan Siswinya ke Polisi

BA mengaku, tujuan dibuatkan surat itu yakni untuk menampik adanya gosip miring yang beredar di sekolahnya bahwa dirinya punya hubungan khusus dengan NR.

“Jadi gosip ini disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sejak Juli 2016 lalu yang menuding saya punya hubungan khusus dengan NR," jelas BA.

Menurut BA, selama ini NR kerap tidak mengindahkan panggilan gurunya untuk menghadap. Bahkan panggilan dari kepala sekolah pun tidak dituruti.

Akhirnya, orang mulai curiga dan menuding bahwa NR melawan karena dia punya hubungan khusus dengan kepala sekolah.

"Sehingga saya pun ingin membuktikan kebenaran itu dengan membuat 10 pertanyaan dalam surat yang harus ia jawab untuk kemudian bisa membuktikan kebenaran gosip itu,” terang BA.

Menurut BA, NR dipanggil oleh guru untuk menghadap ke sekolah karena sebelum ujian semester kenaikan kelas, dia pernah minggat dari rumahnya selama tiga pekan. NR diketahui pergi ke ibunya yang tinggal di Timor Leste. Sementara ayahnya telah meninggal.

Setelah kembali dari Timor Leste, NR dipanggil oleh gurunya untuk membuat surat pernyataan tidak lagi membolos. NR pun membuat surat pernyataan tersebut.

Lalu NR kembali dipanggil oleh guru-gurunya, termasuk kepala sekolah untuk suatu keperluan tetapi tidak pernah ditanggapi. Akhirnya pada Kamis (26/8/2016), kepala sekolah memanggil khusus NR di ruangan Bimbingan Konseling (BK).

“Hari Kamis itu saya panggil dia di ruangan bimbingan konseling (BK). Saya didampingi oleh dua orang staf saya," katanya.

NR pun ditanya alasan mangkir dari panggilan guru dan kepala sekolah. Dia hanya menjawab sibuk.

Lalu BA menyodorkan kertas berisi 10 pertanyaan untuk menguji kejujuran. Hal itu dilakukan karena selama ini NR digosipkan punya hubungan khusus dengan BA.

BA meminta NR untuk mengisi 10 pertanyaan di sekolah agar surat itu tidak bocor sehingga bisa menimbulkan banyak gosip. Salah satu isi pertanyaan itu adalah berhubungan badan.

Di dalam surat itu, BA juga menyertakan uang Rp 1 juta sebagai "upah" menjawab 10 pertanyaan itu.

“Sebelumnya saya kasih surat dan uang itu, saya bilang jika kau sampaikan berita ini ke orang lain maka ceritanya akan lain," kata BA.

Lanjut BA, NR pun menerima surat itu beserta uangnya, namun dia tetap ingin menjawabnya di rumah dan berjanji akan mengembalikan "kuesioner" itu keesokan harinya

"Saya kemudian foto dia dengan lembaran (kertas pertanyaan dan uang) ini di atas meja," katanya.

Namun, kata BA, rupanya NR membocorkan isi surat itu kepada keluarganya hingga akhirnya kepala sekolah ini dilaporkan ke polisi.

“Saya siap bertanggung jawab untuk mengklarifikasi masalah ini, dan saya tidak ada niat apapun untuk mengajak siswi saya ini berhubungan badan. Intinya saya tidak punya niat jahat untuk hal ini,” pungkasnya.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X