Polri dan PBNU Teken MoU Penanganan Kerawanan Sosial - Kompas.com

Polri dan PBNU Teken MoU Penanganan Kerawanan Sosial

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 01/09/2016, 19:50 WIB
Kontributor Surabaya, Achmad Faizal Kapolri@dan.Ketua.PBNU.usai.MoU.penanganan.kerawanan.sosial.di.Mapolda.Jatim,.Kamis.(1/9/2016)

SURABAYA, KOMPAS.com - Polri dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menandatangani nota kesepahaman soal penanganan kerawanan sosial di tengah masyarakat. 

Penandatanganan MoU dilakukan di Gedung Mahameru Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis (1/9/2016).

MoU diteken kedua pucuk pimpinan lembaga tersebut, yakni Ketua PBNU Said Aqil Siraj dan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian di hadapan ratusan tokoh NU se-Jawa Timur serta pejabat polisi se-wilayah Jawa Timur.

Tito mengatakan, NU dipilih Polri untuk bekerjasama dalam menangani konflik sosial di tengah masyarakat karena memiliki jaringan sampai ke pelosok-pelosok desa. Polri, lanjutnya, mengajak seluruh kiai NU di pelosok dan perkampungan untuk ikut menjaga stabilitas keamanan di daerahnya, khususnya soal ancaman radikalisme.

"Soal ideologi, NU sudah tidak lagi diragukan, NU punya andil dalam mendirikan NKRI," kata Tito.

Sementara itu, Ketua PBNU, Said Aqil Siraj, mengajak masyarakat untuk tidak melupakan peran Kyai Kampung dalam melaksanakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena berkat mereka, Indonesia bisa aman dan tenteram seperti saat ini.

"Jadi selain peran Polri, mereka juga punya peran. Mereka bukan kiai besar, tapi kiai kecil di kampung-kampung yang mushalanya kecil, kumuh, dan tikarnya yang kusut," kata Said.

Di kampung-kampung dan pelosok desa, lanjut dia, para kiai itulah yang bisa mengajak masyarakat agar biasa bergotong-royong, saling membantu, dan menjauhi pertengkaran.

"Bahkan kalau para kiai itu bergerak, saya yakin tidak perlu ada Densus 88," ujarnya. 

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Lihat Helmi Sang Pembunuh Dokter Lety, Keluarga Masih Histeris

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil 'Bodong'

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Mobil "Bodong"

Megapolitan
Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Berburu Barang Murah di Matahari Taman Anggrek Sebelum Ditutup

Megapolitan
Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Panglima TNI Apresiasi Kemenangan Prajurit AD di Ajang AARM ke-27 Singapura

Nasional
Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Kendal Diguyur Hujan Semalaman, Halaman Kantor Bupati Terendam Banjir

Regional
Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Penjelasan Sekretariat DPRD DKI soal Anggaran Kunker untuk 7.752 Orang

Megapolitan
Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Setelah 70 Tahun, Kakek 102 Tahun dari Era Nazi Bertemu Keponakannya

Internasional
Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Dandang Berusia 500 Tahun Dikeluarkan untuk Rangkaian Upacara Sekaten

Regional
Malaysia Bebas 'Jerebu', PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Malaysia Bebas "Jerebu", PM Najib Berterima Kasih ke Jokowi

Nasional
Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan 'Hoax'

Info Lowongan Kerja PT Transjakarta Dipastikan "Hoax"

Megapolitan
Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Panglima TNI: Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Heli AW 101

Nasional
Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Israel Hancurkan Rumah Impian Sebuah Keluarga Palestina di Yerusalem

Internasional
Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Tak Bisa Berdagang di Trotoar, Pedagang Ini Mengadu ke Anies

Megapolitan
Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Megapolitan
Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Penyelidikan Belum Berhenti, Polisi Tunggu Hasil MKD Terkait Kasus Viktor Laiskodat

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM