Setiap Tahun, Hutan Indonesia Hilang 684.000 Hektar - Kompas.com

Setiap Tahun, Hutan Indonesia Hilang 684.000 Hektar

Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Kompas.com - 30/08/2016, 15:36 WIB
Kontributor Nunukan, Sukoco Lebih dari 40 persen kawasan hutan lindung pulau Nunukan menjadi kebun sawit. Belum lagi minimnya pengawasan disebabkan berlakunya Undang Undang 23 membuat pelaku illegal loging semakin berani menjarah hutan lindung. Dalam sehari Polisi Khusus Hutan Kabuapten Nunukan melaporkan 5 truk kayu diangkut par apelaku illegal loging.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Setiap tahun, Indonesia kehilangan hutan seluas 684.000 hektar akibat pembalakan liar, kebakaran hutan, perambahan hutan dan alih fungsi hutan.

Menurut data yang dirilis Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) berdasarkan data dari Global Forest Resources Assessment (FRA), Indonesia menempati peringkat kedua dunia tertinggi kehilangan hutan setelah Brasil yang berada di urutan pertama.

Padahal, Indonesia disebut sebagai megadiverse country karena memiliki hutan terluas dengan keanekaragaman hayatinya terkaya di dunia.

"Menurut data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Indonesia, total luas hutan saat ini mencapai 124 juta hektar. Tapi sejak 2010 sampai 2015, Indonesia menempati urutan kedua tertinggi kehilangan luas hutannya yang mencapai 684.000 hektar tiap tahunya," beber Deputi FAO Representative bidang program di Indonesia, Ageng Herianto, dalam seminar dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Provinsi Sulsel di Hotel Dalton, Selasa (30/8/2016).

Dengan kondisi itu, kata Ageng, FAO dan KLHK melucurkan program kerja sama penguatan SDM KPH dan Pemberdayaan Komunitas di Hutan Produksi Jeneberang dan Taman Nasional Bantimurung untuk wilayah Sulsel.

"Kami yakin Indonesia sedang melakukan upaya berkelanjutan untuk restorasi dan konservasi hutan. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menangani masalah-masalah kehutanan adalah dengan membentuk dan memberdayakan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di seluruh Indonesia. Pembangunan KPH menjadi salah satu prioritas nasional yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan rencana strategis (Renstra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk mencapai pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan SDM yang cakap. SDM juga merupakan faktor kunci untuk menciptakan KPH sebagai unit usaha yang menguntungkan, mandiri, dan sekaligus dapat menjaga kelestarian hutan.

PenulisKontributor Makassar, Hendra Cipto
EditorFarid Assifa
Komentar