Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/06/2016, 18:08 WIB
Ramdhan Triyadi Bempah

Penulis

BOGOR, KOMPAS.com - Ahmad Suhendar (27) tewas ditembak saat melakukan sweeping dalam keadaan mabuk di salah satu tempat indekost di Kampung Tinggilis, RT 03/08, Desa Pasir Jambu, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (28/6/2016).  Korban merupakan salah satu anggota ormas di wilayah Bogor.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, sebelum penembakan, korban sempat terlibat adu mulut dengan beberapa orang di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus menjelaskan, saat itu korban bersama seorang rekannya datang dalam keadaan mabuk dan berteriak-teriak.

"Ini tempat jablai. Mana jablai?" kata korban seperti disampaikan Yusril saat dikonfirmasi, Rabu (29/6/2016).

Yusri menjelaskan, di lokasi kejadian, terdapat tiga orang yakni FR (pemilik kost)), CR, dan AG. Saat itu, ketiganya merasa kesal dengan kedatangan korban.

"Terjadilah adu mulut antara korban dengan AG. Kemudian korban mengamuk serta mengacak-acak kamar. Saat itulah, korban dan AG keluar rumah. Di halaman, korban kembali berteriak," ucapnya.

Tak lama kemudian, lanjut dia, terdengar suara letusan. "Pelaku (AG) langsung melarikan diri. Diketahui korban tertembak pada bagian wajah tepat di hidung korban," jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus tersebut.

"Hasil otopsi yg dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit Kramat Jati, terdapat proyektil peluru yg bersarang di batok kepala bagian belakang korban. Proyektil berwarna kuning terbuat dari kuningan, ujungnya berlubang, diameter proyektil lebih kecil dari proyektil peluru senjata api revolver organik," katanya.

Kompas TV Anggota Ormas Tewas Ditembak saat Razia Indekos
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com