"Jadi Istri Tentara Itu Harus Kuat..." - Kompas.com

"Jadi Istri Tentara Itu Harus Kuat..."

Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Kompas.com - 08/06/2016, 16:46 WIB
KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Prajurit Satu TNI Heriantono saat mencium perut istrinya, Aprilia yang sedang hamil 8 bulan sebelum diberangkatkan menuju perbatasan Indonesia-Timor Leste di Nusa Tenggara Timur (8/6/2016)

PONTIANAK, KOMPAs.com — Wajah Aprilia pagi itu terlihat bimbang. Ia terlihat bersandar di peti kemas yang ada di kompleks Pelabuhan Dwikora, Pontianak.

Saat itu, ia ditemani sang adik. Sesekali telepon selulernya berdering, terlihat sang suami berupaya menghubunginya. Aprilia dengan sabar menunggu suaminya yang masih berada di atas kapal KRI Teluk Bone-511.

Sang suami, Prajurit Satu Heriantono, saat itu sedang dalam persiapan keberangkatan bersama ratusan prajurit dari Yonif 641 Raider lainnya. Setengah jam kemudian, terlihat di kejauhan satu per satu prajurit itu turun dari kapal.

Mereka diberi kesempatan bertemu keluarga masing-masing sebelum diberangkatkan menuju tempat bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Saat menghampiri sang istri, wajah Heriantono terlihat sedih bercampur gembira.

Sesekali tangan Heriantono terlihat mengelus perut istrinya. Tak kuasa menahan haru, ia kemudian mencium perut sang istri yang saat ini sedang hamil delapan bulan. Terdengar sayup suara bisikan terucap dari mulutnya ketika ia mencium perut istrinya itu.

“Pasrah, jadi istri tentara itu harus kuat,” kata Aprilia di sela pertemuan dengan suaminya itu kepada Kompas.com, Rabu (8/6/2016).

Meski saat itu ia sedang mengandung anak pertama mereka, sebagai istri seorang anggota TNI, ia sudah paham risiko ditinggal pergi demi menjalankan tugas negara.

“Belum ada persiapan apa-apa untuk proses kelahiran, nama untuk anak juga belum disiapkan, pasrah saja,” katanya.

Hari ini, Heriantono dan ratusan prajurit TNI dari Yonif 641 Raider, Kodam XII Tanjungpura, akan diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur. Mereka akan bertugas selama sembilan bulan untuk menjaga perbatasan di sana.

Selama di perbatasan, prajurit TNI ini akan ditempatkan di sepanjang wilayah timur yang memiliki 21 pos penjagaan.

PenulisKontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X