Minggu, 26 Maret 2017

Regional

Duta Besar AS: Hutan Bakau Balikpapan Memiliki Potensi Wisata Hijau

Senin, 25 April 2016 | 22:24 WIB
KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Hutan mangrove menjadi kekayaan wisata lingkungan bagi Kota Balikpapan di Kalimantan Timur. Habitat dan keanekaragaman hayati di dalamnya memiliki daya tarik bagi wisatawan.

“Saya yakin wisatawan akan tertarik berkunjung ke area (hutan bakau) itu. Banyak (wisatawan) yang akan tertarik melihat monyet dan burung di sana,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert O Blake Jr, dalam kunjungannya ke Balikpapan, Senin (25/4/2016).

Salah satu upaya yang perlu ditingkatkan adalah kawasan bakau dikemas lebih baik serta diberi fasilitas yang bisa memberi kenyamanan bagi para pelancong.

“Saya yakin wisatawan akan tertarik ke area itu, kalau ada orang yang mau mendirikan hotel lingkungan,” kata Blake.

Blake melihat daya tarik bakau beserta habitatnya setelah sempat menyusuri DAS Manggar di Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (24/4/2016) siang.

Ia beserta rombongannya berharap disambut habitat utama bakau, seperti bekantan (nasalis larvatus) serta ragam jenis burung.

Namun, karena menyusuri sungai nyaris tengah hari, maka tak banyak habitat unik yang ditemui sepanjang perjalanan mereka.

“Kami sudah diberitahu kalau kemunculan mereka adalah pada sore dan dini hari,” katanya.

Ia mengungkapkan harapannya bahwa daerah-daerah di Indonesia, termasuk Balikpapan, terus mempertahankan bakau lantaran banyak manfaat di dalamnya.

Selain keanekaragaman hayati dan potensi wisata, bakau juga menyerap karbon, menjadi tempat awal kehidupan bagi kerang dan ikan, juga sebagai pengendali erosi dan banjir.

“Harus ada upaya pelestarian bakau ini. Bila ditebang untuk alasan pembangunan, harus ada upaya menanam kembali di tempat lain. Bakau memiliki banyak peran karena sifatnya menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim,” kata Blake.

Blake melakoni lawatan dua hari di Kaltim. Di hari pertama, Blake menghadiri puncak perayaan serta kelulusan program "Go Girls! Empowerment through Running". Program ini merupakan pemberdayaan remaja putri melalui olahraga lari yang disponsori Kedutaan Besar AS di Indonesia.

Kemudian, ia bersama komunitas peduli lingkungan Earth Hour ikut menanam pohon bakau di DAS Manggar. Mereka melanjutkan dengan sarasehan yang membahas pentingnya bakau bagi kehidupan.

Di hari ke-2, Senin ini, ia memberi pidato tentang potensi digital ekonomi di Indonesia di hadapan mahasiswa Universitas Mulawarman di Samarinda.

Dari Unmul, Blake mengunjungi Masjid Islamic Center dan berdialog dengan para pemuka agama Islam di sana.

Penulis: Kontributor Balikpapan, Dani Julius Zebua
Editor : Farid Assifa