Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar: Bandungan Boleh Jual Bunga, tetapi Jangan Jual "Daging Mentah"

Kompas.com - 12/04/2016, 22:48 WIB
Kontributor Ungaran, Syahrul Munir

Penulis

UNGARAN, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemkab Semarang segera melakukan penataan kawasan wisata Bandungan. Namun dalam penataan itu, Ganjar meminta agar dilakukan secara hati-hati.

Ganjar mafhum, meskipun sebenarnya wisata Bandungan ini mengandalkan panorama alamnya, namun publik terlanjur mempersepsikan pariwisata Bandungan dengan prostitusi. Hal ini tak lepas dari keberadaan tempat-tempat hiburan, berikut para wanita penghiburnya.

"Pak Bupati, saya minta pelan-pelan Bandungan ditata, agar tidak jadi kos-kosan cewek. Di Bandungan itu jual bunga boleh, tapi jangan jual daging mentah," kata Ganjar, menanggapi paparan Bupati Semarang Mundjirin dalam Dialog Musrenbang Wilayah Eks Karesidenan Semarang di Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (12/4/2016).

Menurut Ganjar, Kabupaten Semarang mempunyai tempat-tempat yang indah yang layak dijual kepada wisatawan. Namun mengelola kawasan wisata tidaklah mudah. Sebab biasanya ada tiga hal yang selalu mengiringi pertumbuhan tempat wisata, yakni seks, alkohol, dan narkoba.

Terkait hal itu pihaknya menanggapi positif rencana penataan kawasan wisata Bandungan, termasuk menyetujui hibah tanah provinsi untuk pemindahan Kantor Kecamatan Bandungan.

Ganjar menekankan agar penataan Bandungan dilakukan secara komprehensif agar tidak menyisakan persoalan di kemudian hari.

"Ya pelan-pelan kita harus melakukan pendekatan, melakukan transformasi. Jadi orang diajak bicara, kan kita punya pengalaman tuh. Apa studi ke Dolly, studi ke Jakarta, kemudian kita mencarikan cara pelan-pelan untuk menggeser itu," kata Ganjar.

Sebelumnya Bupati Semarang Mundjirin dalam paparannya mengatakan bahwa menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Semarang dalam bidang kepariwisataan diantaranya adalah penataan kawasan wisata Bandungan, penataan parkir Candi Gedongsongo, pembangunan waterpark di Pemandian Muncul.

Selain itu dalam penataan kawasan Bandungan, Mundjirin secara khusus meminta agar Pemprov Jateng menghibahkan tanah untuk lokasi pemindahan kantor kecamatan Bandungan dan lokasi sekolah dasar. Sebab keberadaan kantor kecamatan Bandungan dan sebuah SD tersebut dinilai sudah tidak layak, lantaran terganggu dengan aktivitas pasar Bandungan serta parkir kendaraan wisatawan.

"Rencana kita (tanah itu) bukan hanya kecamatan saja, termasuk SD sebetulnya. SDnya nanti dicarikan tanah di tempat lain, di sana ada tanah provinsi. Tadi sudah dapat lampu hijau dari pak gubernur," kata Mundjirin.

Musrenbangwil se eks Karesidenan Semarang tersebut diikuti oleh enam kepala daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Kendal. Masing-masing kepala daerah memaparkan usulan pembangunan di daerahnya masing-masing untuk dianggarkan pada APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2017.

Musrenbangwil yang dikemas dalam dialog "Rembug Gayeng Bareng Gubernur" ini diharapkan semakin mendorong penyerapan anggaran di Jawa Tengah, yang saat ini mencapai lebih dari 90 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com