Presiden Jokowi Blusukan ke PLTS Morotai Selatan - Kompas.com

Presiden Jokowi Blusukan ke PLTS Morotai Selatan

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 06/04/2016, 08:13 WIB
KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) dan Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro dan Hidro (PLTMH) di Morotai, Selasa (5/4/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba di Desa Juanga, Morotai Selatan, Rabu (6/4/2016) pagi.

Kunjungan tersebut di luar agenda resmi rombongan Presiden. PLTS tersebut berkapasitas 600 KW. Namun, tidak dapat digunakan optimal lantaran ada komponen yang rusak.

"Otomatisnya rusak sehingga yang dipakai itu hanya manual," ujar Presiden sebagaimana dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Presiden.

Presiden kemudian menyoroti infrastruktur di daerah, khususnya di pelosok. Seharusnya, meskipun berada jauh dari kota, manajemen pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur, kata Jokowi, tidak boleh diabaikan.

"PLTS segede ini saja yang pegang hanya satu orang. Coba lihat ke dalam perangkat seperti apa gedenya kayak gitu," ujar Presiden.

Presiden bukan hanya kali ini saja mengkritik manajemen dan perawatan infrastruktur di wilayah pelosok.

Saat meresmikan PLTS Hybrid dan PLT Mikro Hydro di Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat, beberapa waktu lalu, Jokowi juga sempat menyinggung soal itu.

"Saya senang sekarang di sini dibangun PLTS, meskipun kecil tapi bermanfaat. Saya titip satu saja, masalah pemeliharaan. Orang Indonesia ini paling tidak bisa merawat. Bangunnya pintar, buatnya pintar, tapi merawatnya enggak bisa," ujar Jokowi.

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Polisi Berharap Pelarangan Motor di Sudirman Bikin Warga Naik Angkutan Umum

Polisi Berharap Pelarangan Motor di Sudirman Bikin Warga Naik Angkutan Umum

Megapolitan
KY: Kinerja Lembaga Peradilan Kembali Tercoreng

KY: Kinerja Lembaga Peradilan Kembali Tercoreng

Nasional
RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

Nasional
Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Nasional
KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional