Komnas HAM Dampingi Proses Otopsi Terduga Teroris Siyono di Klaten - Kompas.com

Komnas HAM Dampingi Proses Otopsi Terduga Teroris Siyono di Klaten

Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Kompas.com - 03/04/2016, 13:36 WIB
KOMPAS.COM/ M Wismabrata Suasana proses otopsi jenasah Siyono di Klaten, Minggu (3/4/2016).

KLATEN, KOMPAS.com - Jenasah terduga teroris asal Klaten akhirnya pada hari Minggu (3/4/2016) diotopsi oleh tim dokter forensik. Tim dokter yang ditunjuk oleh PP Muhammadiyah tersebut melakukan otopsi dengan pengawalan ketat dari Komado Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Jawa Tengah.

Tempat pemakaman Umum (TPU) Desa Pogung, Cawas, Klaten, mendadak dijaga ketat oleh anggota Kokam. Berbagai sudut TPU tampak anggota Kokam berjaga jaga.

Penjagaan tersebut terkait proses otopsi terhadap jenasah Siyono yang diduga meninggal secara tidak wajar usai ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Media yang hendak meliput hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar pagar TPU. Tampak tenda besar berwarna hijau dan satu unit mobil ambulans disiapkan selama proses otopsi.

Tidak tampak penjagaan dari pihak aparat kepolisian. Dari informasi yang diperoleh, sembilan dokter forensik ditunjuk oleh PP Muhammadiyah untuk melakukan otopsi jenasah Siyono.

Hal tersebut didukung permintaan resmi dari Komnas HAM untuk melakukan otopsi.

Sementara itu, menurut Komisioner Komnas HAM, Hafid Abbas, di lokasi otopsi, menegaskan bahwa proses otopsi menjadi bukti Indonesia adalah negara demokrasi dan mengungkap kebenaran kepada masyarakat.

"Ini wujud Indonesia sebagai negara demokrasi, dan dengan otopsi penyebab kematian Siyono agar terungkap dan masyarakat akan menilainya sendiri,"kata Hafid, pada hari Minggu (3/4/2016).

Hafid menambahkan hasil otopsi akan bisa diketahui setelah satu pekan hingga sepuluh hari dilakukan penelitian di laboratorium forensik. Seperti diketahui, proses otopsi jenasah Siyono sempat membuat pro kontra di kalangan masyarakat, terutama di Desa Pogung, Cawas.

Pihak warga menolak adanya otopsi ulang namun bagi sebagian anggota keluarga berkehendak untuk melakukan otopsi.

Siyono ditangkap Densus 88 karena diduga terkait jaringan terorisme, namun saat dipulangkan ke rumah oleh Densus, Siyono sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Saat itu Tim Densus 88 beralasan Siyono melakukan perlawanan saat proses pemeriksaan.

Kompas TV Terduga Teroris Serang Petugas Densus 88

PenulisKontributor Surakarta, M Wismabrata
EditorAprillia Ika
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM