Pasoa, Film Animasi Karya Siswa SMK di Kudus - Kompas.com

Pasoa, Film Animasi Karya Siswa SMK di Kudus

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 07/03/2016, 21:02 WIB
KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Film animasi karya anak-anak SMK di Kudus
KUDUS, KOMPAS.com - Film animasi anak-anak karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah segera tayang di layar kaca. Film animasi tersebut berjudul "Pasoa dan Sang Pemberani."

Film animasi ini bercerita tentang perpaduan hewan-hewan asli Indonesia yang berupaya melindungi ekosistem alam Indonesia. Pasoa juga mengangkat kisah cerita rakyat serta dongeng tradisional Indonesia.

Kepala Sekolah SMK Umar Said, Kudus, Fariddudin, mengatakan, film Pasoa diproduksi oleh 16 siswa. Mereka dibantu empat orang guru pendamping, serta guru desain komunikasi visual sebanyak dua orang.

"Pembuatannya seluruhnya di studio ini, di RUS Animation Studio," kata dia, Senin (7/3/2016).

Pembuatan film Pasoa merupakan karya dari anak-anak yang dilatih membuat trailer film animasi tiga dimensi. Mereka belajar diberikan kurikulum materi animasi dari Autodesk.

Para siswa yang belajar mampu mengerjakan proses pembuatan film animasi 3D, mulai dari naskah, storyboard, desain karakter, hingga menjadi produk film lengkap dengan efek visual dan pencahayaan.

"Software yang digunakan yaitu Autodesk Maya, seperti yang dugunakan untuk membuat film animasi terkenal Big Hero 6 dan Good Dinosaur," tambah Farid.

Program Manager of Indonesia Autodesk Education Yuli Setyowati mengatakan, kurikulum yang diberikan setara dengan kurikulum internasional.

"Kami berikan akses gratis ke siswa di dalam studio, dan kurikulum internasional. Ini bagian dari ekonomi kreatif. Potensi banyak di berbagai daerah, tinggal pemanfaatan teknologi saja," ujar Yuli.

Berbagai film animasi dunia, tambah Yuli, menggunakan visual efek menggunakan dari Auto Desk. Program tersebut telah digunakan media di dunia. Film Pasoa dan Sang Pemberani rencananya tayang di salah satu televisi nasional bulan Juli mendatang dengan durasi 30 menit.

"Kalau tidak mungkin mundur hingga Oktober 2016," timpal Farid lagi.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menambahkan, potensi anak-anak Indonesia untuk berkreasi dalam pembuatan fil animasi terbilang tinggi. Dia pun optimis jika hasil kerja anak didik bisa menembus layar kaca.

"Pasoa ini karya siswa. Ini luar biasa. Ada bakat-bakat di situ, tinggal difasilitasi," beber dia.

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM