Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Puan Terkejut Dengar TKI Urus KTP Langsung Jadi di Nunukan

Kompas.com - 16/02/2016, 22:51 WIB
Kontributor Nunukan, Sukoco

Penulis

NUNUKAN, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani tampak terkejut dengan kecepatan layanan Program Pelayanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Di sana, tenaga kerja Indonesia yang tak memiliki dokumen lengkap dapat mengurus pembuatannya saat itu juga.

Hal itu terjadi setelah Puan serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly secara resmi membuka pelaksanaan program pelayanan dokumen bagi TKI yang bermasalah dengan dokumen tersebut, Selasa (16/2/2016).

Ketua Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Nunukan, Edy Sujarwo, mengajak Puan melihat secara langsung tata cara pengurusan dokumen.

Edy menunjukkan proses pengurusan, mulai dari pengurusan KTP oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan hingga pencetakan paspor oleh petugas imigrasi di Kantor BP3KI tersebut.

Ketika sampai di ruangan Disdukcapil Nunukan, Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Nunukan Samuel Parangan menjelaskan proses pencetakan akta hingga KTP bagi TKI yang tidak memiliki dokumen tersebut.

"Di sini, KTP langsung dicetak, langsung jadi," ujar Samuel, Selasa (16/2/2016).

Puan setengah tidak percaya. Ia kembali bertanya kepada Samuel tentang lamanya proses cetak KTP, dan mendapat jawaban yang sama.

Sambil meninggalkan ruang pencetakan KTP, Puan mengungkapkan bahwa pembuatan KTP di kelurahan tempat tinggalnya harus menunggu hingga beberapa hari.

"Di kelurahan saya saja satu minggu baru selesai," kata Puan.

Dalam Program Pelayanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan di Kabupaten Nunukan, para buruh migran yang tidak memiliki paspor atau yang tertangkap di Nunukan karena tidak memiliki dokumen akan mendapat pelayanan satu pintu di BP3TKI Nunukan. Program ini dibuat untuk menekan jumlah TKI ilegal di Malaysia.

Pada 2015, BP3TKI Nunukan mencatat lebih dari 4.000 TKI ilegal dideportasi oleh Pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com