Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dikritik karena Hadiri Acara HTI, Ini Kata Wali Kota Bogor

Kompas.com - 11/02/2016, 17:53 WIB
Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah

Penulis

BOGOR, KOMPAS.com — Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto angkat bicara soal kehadirannya dalam peresmian kantor Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) beberapa waktu lalu.

Menurut Bima, meskipun organisasi HTI memiliki cara pandang berbeda terhadap agama dan negara, terdapat kesamaan dalam melihat permasalahan, seperti korupsi, kemiskinan, pengangguran, HIV/AIDS, dan kriminalitas.

"Saya mengajak kawan-kawan HTI untuk fokus pada program penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat karena pada aspek ideologi sudah selesai, Pancasila dan NKRI harga mati," kata Bima, Kamis (11/2/2016).

Seorang pemimpin, kata Bima, harus bisa mengayomi dan menjaga silaturahim dengan semua lintas elemen masyarakat.

Perbedaan keyakinan, agama, dan cara pandang politik tak boleh menjadi hambatan untuk bersilaturahim.

"Saya berbeda pendapat dengan kawan-kawan HTI, termasuk soal cara pandang terhadap agama dan negara. Saya banyak tidak sependapat dengan konsep manifesto khilafah HTI. Ini saya sampaikan secara terbuka di hadapan orang banyak dalam acara itu," kata dia.

"Kita masih harus terus belajar dari pendiri bangsa ini untuk mengelola perbedaan dan mengedepankan kebersamaan. Sebab, pemerintah tidak bisa sendiri menyelesaikan persoalan," ujarnya.

Bima mendapat kecaman dan kritikan dari sejumlah kalangan saat foto dirinya beredar luas di media sosial saat menghadiri acara peresmian kantor Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebuah organisasi yang dinilai menolak Pancasila sebagai ideologi negara dan dasar negara Indonesia.

HTI juga disebut ingin mendirikan Khilafah Islamiyah, suatu pemerintahan global yang menaungi semua umat Islam sedunia.

Karena itu, organisasi ini sangat menolak keberadaan nation-state, seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com