Muntah-muntah, Raja Cantung Meninggal Usai Festival Keraton - Kompas.com

Muntah-muntah, Raja Cantung Meninggal Usai Festival Keraton

Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Kompas.com - 17/11/2015, 18:34 WIB
KOMPAS.COM/ KIKI ANDI PATI Petugas RS Bahteramas Kendari mengangkat Jenazah Raja Cantung, Kalimantan Selatan, Gusti Hendri Nindyanto SH. Dia dirawat di RS Bahteramas karena kelelahan usai menghadiri Penutupan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean III di Kendari
KENDARI, KOMPAS.com - Raja Cantung, Kalimantan Selatan, Gusti Hendri Nindyanto bin Iskandar Yasin, meninggal di RS Bahteramas, Kendari, Selasa (17/11/2015).

Sebelumnya, dia mengalami kelelahan dan muntah-muntah, usai acara penutupan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN III di Kendari.

Wakil Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Keraton Nusantara (FSKN) R.Ay.Yani Soekotjo Djoyohadimusumo, mengatakan, saat malam usai penutupan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean III , Gusti Hendri tidak sempat makan malam dan langsung minum kopi dan merokok.

“Yang Mulia mungkin kelelahan, karena beliau punya riwayat darah tinggi, dia tidak sempat makan malam dan sedikit pening lalu minum kopi dan merokok," ujar dia.

Sebelumnya, Gusti Hendri Nindyanto dilarikan ke RS Ismoyo Kendari pada Minggu (15/11/2015) dinihari.

“Pukul 2 dini hari kami menerima pasien peserta Festival Keraton, langsung ditangani dokter jaga di ruangan UGD. Beliau sempat sadar dan esok harinya dipindahkan di ruangan ICU, setelah itu tubuh bagian kiri mengalami kelumpuhan lalu pasien itu dibawa ke rumah sakit Bahteramas oleh panitia,” kata Dan Denkes RS Ismoyo Korem Kendari, Mayor CPM dr. Junaedi.

Hendra Iskandar, kakak kandung Hendri mengaku pihak keluarga kaget mendengar kabar duka itu. “Saudara kami tidak ada riwayat penyakitnya, makanya semua keluarga sangat kaget dan terpukul," kata dia.

Hendra mengatakan, jenazah Hendri akan diberangkat ke Jakarta pukul 19.00 Wita dengan menggunakan pesawat Lion Air.

Hendri akan disemayakan di rumah kerabatnya Jalan Menteng, Jakarta. “Besok baru dimakamkan di Pekuburan Karet Bivak, Jakarta. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat anak,” kata Hendra.

PenulisKontributor Kendari, Kiki Andi Pati
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X