Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Atribut PKI di Karnaval, Bupati Akan Klarifikasi ke Presiden Jokowi

Kompas.com - 16/08/2015, 13:17 WIB
Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman

Penulis

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Achmad Syafii, berencana mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Surat itu berisi klarifikasi mengenai pemakaian atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam karnaval memperingati HUT ke-70 RI yang digelar di Pamekasan, Sabtu (15/8/2015) kemarin.

Menurut Syafii, kalrifikasi penting dilakukan agar tidak terjadi pemahaman yang parsial. Kegiatan karnaval kemarin itu murni perlombaan bagi setiap peserta, sehingga setiap peserta akan tampil maksimal.

"Surat akan dikirim besok oleh kurir kepada Presiden RI, Panglima TNI, Kepala Polri, Kepala Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Panglima Kodam V Brawijaya," kata Achmad Syafii, dalam keterangan persnya, Minggu (16/5/2015).

Syafii menjelaskan, panitia karnaval sudah dimintai penjelasan serta sudah dimintai keterangan oleh Polres Pamekasan dan Kodim 0826 Pamekasan. Hasil dari pemeriksaan disimpulkan bahwa tidak ada niat dan unsur kesengajaan untuk menampilkan atribut PKI. Selain itu, tidak ada gerakan politis yang mengarah kepada provokasi untuk membangkitkan PKI.

"Polres dan Kodim belum menemukan adanya pelanggaran hukum dalam peristiwa ini," imbuhnya.

Kejadian ini, kata politisi Partai Demokrat ini, menjadi pelajaran agar ke depan harus lebih berhati-hati. Atas nama Pemkab Pamekasan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf demi menjaga keamanan dan stabilitas serta kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com