Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangkap Lobster Pakai Bahan Kimia, Tiga Nelayan Ditangkap

Kompas.com - 13/08/2015, 13:29 WIB
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati

Penulis

BANYUWANGI,KOMPAS.com - Tiga nelayan warga Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi diamankan Polair Polres Banyuwangi karena menangkap lobster dengan menggunakan potasium sianida di wilayah perairan Dogong Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi.

Ketiga nelayan tersebut bernama Sriyono (35), Wayan (34) dan Suparno alias No Ugluk (45).

"Mereka ditangkap karena menangkap lobser dengan menggunakan bahan kimia yang merusak sumber daya laut," ujar Wakapolres Banyuwangi Kompol Made Danu Ardana, Kamis (13/8/2015).

Polisi juga mengamankan lobster jenis pasir dengan berat 5 kilogram yang di letakkan di dalam jaring rajut berwarna putih.

"Menurut pengakuan mereka mendapatkan potasium dari toko kimia karena potasium memang dijual secara bebas," kata Made.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit perahu dengan satu mesin tempel senilai 30 juta rupiah, kompresor, 100 meter selang kompres berwarna kuning, dakor, masker dan juga tangki bensin berwarna merah.

"Setelah ditangkap, lobster diletakkan di dalam jaring sebelum dinaikkan ke perahu," ungkap Made.

Sementara itu, Sriyono, salah satu nelayan, mengaku biasanya, dia menangkap ikan, kemudian beralih menangkap lobster karena sedang musim.

"Biasanya nangkap ikan tapi sekarang lagi musim lobster dari penjualan pertama dapat uang Rp 800.000 terus dibagi bertiga," jelasnya.

Lobster yang mereka tangkap dijual di pasar di wilayah Banyuwangi.

"Sudah ada pembelinya. Kalau yang ini belum tahu harganya karena tertangkap dulu," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com