Pemkot Diminta Tutup Kafe yang Sediakan Tarian Erotis - Kompas.com

Pemkot Diminta Tutup Kafe yang Sediakan Tarian Erotis

Kompas.com - 05/05/2015, 18:05 WIB
PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta Pemkot Probolinggo mencabut izin tempat hiburan Ayang Cafe dan JJ Royal. Pasalnya, keduanya dinilai kerap menjadi tempat hiburan malam dan distributor minuman keras.

Hal itu diketahui dari surat dari PWNU Jatim tertanggal 24 April 2015, yang ditujukan kepada Walikota Probolinggo Hj Rukmini. Surat tersebut diteken oleh KH Miftahul Akhyar, KH Mutawakkil Alallah, A. Muzakki.

Dalam surat itu, PWNU menilai Pemkot perlu mencabut izin kedua tempat hiburan tersebut setelah mendapatkan laporan dari tokoh-tokoh masyarakat Kota Probolinggo yang bertamu ke kantor PWNU Jatim.

Menanggapi surat tersebut, PCNU Kota Probolinggo menggelar rapat di Kantor PCNU yang dihadiri oleh segenap pengurus harian, di antaranya KH Azis Fadlol selaku Rais Syuriah, Muhammad selaku Ketua PCNU, dan Achmad Hudri dan Ust Nizar selaku Wakil Ketua.

KH Azis Fadlol mengatakan, surat yang pihaknya kirimkan kepada Pemkot belum direspon. Karena itu pihaknya menemui PWNU hingga berkirim surat kepada Pemkot, meminta JJ Royal yang kepergok menyediakan tarian erotis ditutup.

“Dari kejahatan moral tersebut dampaknya bisa menjadi kejahatan kriminal. Sebab, ada yang melakukan aksi begal, dan hasil begalnya untuk bersenang-senang di tempat hiburan,” katanya.

Muhammad menimpali, dampak dari tempat hiburan yang menyajikan tontonan maksiat tidak hanya Kota Probolinggo saja, tetapi juga akan menimbulkan dampak negatif juga di daerah yang dekat dengan Kota Probolinggo, seperti Pasuruan, Kabupaten Probolinggo juga Lumajang.

“Kami prihatin. Banyak yang meminta agar kedua tempat hiburan itu ditutup saja karena mengandung maksiat. Kami berharap Pemkot bertindak tegas,” ujar Muhammad, Selasa (5/5/2015).


Sebelumnya diberitakan, warga Kota Probolinggo, Jawa Timur, dibuat heboh menyusul terungkapkan tempat hiburan "JJ Royal" yang menyediakan pertunjukan tarian erotis. Temuan ini lalu mengundang reaksi dari banyak pihak yang menuntut agar tempat hiburan itu ditutup.

EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X