Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dipukuli karena Minta Uang Sarapan, Istri Laporkan Suami dan Mertua ke Polisi

Kompas.com - 23/01/2015, 15:21 WIB
Kontributor Ungaran, Syahrul Munir

Penulis


AMBARAWA, KOMPAS.com
- Seorang ibu rumah tangga di Bandungan, Kabupaten Semarang, melaporkan suami, ibu mertua dan bapak mertuanya atas tuduhan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang, Jumat (22/1/2015) siang.

Wihayati (20) melaporkan Dwi Nuryanto (33), warga lingkungan Junggul, Bandungan, dan orangtua Dwi, Sri Wahyuni dan Momot, gara-gara tak diberi uang sarapan.

Kejadian bermula saat Wihayati meminta uang kepada Dwi untuk membelikan sarapan anaknya, Alzie (1,5). Bukannya memberi, Dwi yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan hotel tersebut malah memaki-maki Wihayati. Dwi juga memukul istrinya di bagian kepala.

"Kamu kan dapat arisan, kok masih minta? Lalu dia memaki saya dengan kata-kata kotor," ungkap Wihayati.

Cekcok keluarga muda itu lantas didengar oleh Sri Wahyuni dan Momot, mertuanya. Bukannya melerai, keduanya malah ikut menganiaya Wihayati. Bahkan Momot sempat menggampar mulut Wihayati hingga lebam.

"Ibu mertua mendorong saya, lalu saya bilang 'Kok ikut-ikutan masalah keluarga saya?' Mendengar itu, bapak mertua menggampar mulut saya," lanjutnya.

Tak tahan dengan perlakuan suami dan keluarganya, wanita asal Ciamis itu memberanikan diri melaporkan kejadian itu ke polisi. Apalagi kekerasan yang dialaminya sudah berlangsung sejak lama.

Dia mengaku lebih mengkhawatirkan masa depan anaknya, ketimbang mempertahankan rumah tangganya yang sudah rapuh.

"Dulu waktu saya hamil juga pernah dianiaya. Saya sudah tidak tahan lagi, apalagi tadi pagi saya sudah diusir dari rumah. Anak saya menangis melihat kejadian itu," pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian mengatakan, pihaknya telah menerima laporan KDRT yang dialami Wihayati. Saat ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah mendalami keterangan korban, saksi dan barang bukti berupa visum dokter.

"Sementara kita mendengarkan keterangan korban dan kakak korban. Sedangkan visumnya akan kita ambil Puskesmas Bandungan," kata Herman.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com