Kapten Kapal Lihat Pesawat Terbang Rendah Dekat Pulau Lingga - Kompas.com

Kapten Kapal Lihat Pesawat Terbang Rendah Dekat Pulau Lingga

Kompas.com - 30/12/2014, 10:19 WIB
Ihsanuddin /KOMPAS.com KRI Banda Aceh, salah satu kapal perang yang digunakan untuk mencari pesawat AirAsia yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014) pagi.


BANGKA, KOMPAS.com
 — Fariawan, Kapten Kapal Bahari Maju, mengaku melihat pesawat terbang rendah saat ia berlayar dari Batam menuju Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkal Pinang, Minggu (28/12/2014) pagi. Kesaksiannya menjadi petunjuk bagi tim pencarian pesawat AirAsia QZ8501, meskipun belum ada kepastian apakah yang dilihatnya adalah pesawat yang hilang tersebut.

Menurut Fariawan, pesawat terbang rendah di bagian timur perairan Pulau Lingga, Riau, antara pukul 07.35 dan 07.40 WIB. Lokasi yang ia maksud berdekatan dengan koordinat pesawat yang hilang kontak.

"Saat saya sampai di Pangkal Pinang, saya dengar ada berita itu. Saat saya hitung, kemungkinan besar pesawat jatuhnya bukan di perairan Belitung, melainkan di perairan Lingga, Kabupaten Riau," ujarnya saat dihubungi Bangka Pos, Senin (29/12/2014) malam.

Fariawan mengatakan, dia seperti biasa berlayar dari Batam menuju Pangkal Pinang. Antara pukul 04.00 dan 08.00 WIB, dia bertugas jaga. Saat itulah sekitar pukul 07.40 WIB, dia melihat pesawat besar bewarna merah terbang rendah.

"Saat itu, haluan kapal 130 posisi di 10 mil sebelah timur Pulau Lingga. Pandangan visual saya dari lambung kiri depan. Dari sebelah samping kanan kapal, terlihat ada pesawat bewarna merah terbang rendah. Kalau posisi perairan dihitung dari Pulau Tujuh, sekitar 80 mil. Kalau dari Pangkalbalam, sekitar 115 mil," ujarnya.

Fariawan mengakui, saat itu ia menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa. Namun, ketika sampai di Pangkal Pinang, baru dia mengetahui melalui berita bahwa ada pesawat AirAsia yang hilang kontak.

"Dari titik hilang kontak terakhir, dari perhitungan jarak visual kecepatan pesawat saat itu, sekitar 700 mil. Perhitungan saya, kalau jatuh, diperkirakan 30-40 mil di perairan Pulau Lingga, Riau. Kalau di berita, saya lihat kecepatan angin mencapai 20 knot. Jadi, apabila pesawat dengan kecepatan 800 mil per jam, maka maksimal 768 mil per jam," ucapnya.

Saat musim barat seperti ini, jika benar pesawat jatuh di perairan Pulau Lingga, lanjut Fariawan, maka serpihan pesawat kemungkinan besar akan hanyut ke perairan Pulau Bangka, bukan Belitung.

"Kalau melihat ombak dan arus saat musim barat ini, kemungkinan hanyutnya ke Pulau Bangka. Satu-dua hari ini, kemungkinan besar di perairan Basel," imbuhnya.(Zulkodri)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorTri Wahono
SumberBangka Pos,
Komentar

Close Ads X