Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bom Molotov Ditemukan di Kantor DPP Golkar, Ini Reaksi Akbar Tandjung

Kompas.com - 03/12/2014, 14:13 WIB
Kontributor Denpasar, Sri Lestari

Penulis


BADUNG, KOMPAS.com — Kabar mengenai ditemukannya bom molotov dan senjata tajam di Kantor DPP Partai Golkar ditanggapi serius oleh Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. Dia meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus ini.
 
"Kita minta aparat keamanan untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang membawa (bom) molotov dan senjata tajam. Ini akan mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat," kata Akbar Tandjung di sela-sela Munas Golkar, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (3/12/2015).
 
Akbar mengaku belum menerima kepastian mengenai keberadaan bukti-buktinya. Namun, jika memang ditemukan, dia menganjurkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie untuk segera melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.
 
"Kalau memang ditemukan, saya menganjurkan kepada Aburizal untuk tidak ragu-ragu melaporkan ke aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tindakan kepada mereka yang membawa, menyembunyikan senjata tajam, apalagi bom molotov, di Kantor DPP Partai Golkar," tambah Akbar.
 
Menurut Akbar, Kantor DPP Partai Golkar adalah kantor resmi partai politik. Jika ada pihak yang membawa senjata tajam dan bom molotov, oknum tersebut patut disangka menciptakan gangguan ketertiban di tengah masyarakat.

Diberitakan, polisi melakukan sweeping di Kantor DPP Partai Golkar di kawasan Jakarta Barat, Rabu pagi. Dari aksi itu, polisi menyita celurit, berbagai senjata tajam dan tumpul, serta bom molotov.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com