Kamis, 18 September 2014

News / Regional

Rekontruksi, Warga Teriaki Pembunuh yang Simpan Mayat dalam Drum

Kamis, 20 Maret 2014 | 14:33 WIB
Kompas.com/M.Agus Fauzul Hakim Warga meneriaki tersangka pembunuh seorang janda anak dua saat rekonstruksi berlangsung di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (20/3/2014).

KEDIRI, KOMPAS.com - Warga lingkungan Bandar Ngalim Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, Jawa Timur, meneriaki Zainul Ibad (22), tersangka pembunuh janda saat rekontruksi berlangsung, Kamis (20/3/2014). Sejak awal, lokasi rekonstruksi di rumah Toifur (55), bapak Ibad, itu sudah banyak dijejali warga yang ingin menonton.

Selain warga sekitar, banyak juga pengguna jalan yang berhenti untuk melihatnya. Petugas harus bekerja ekstra keras untuk menghalau para warga yang ingin menonton. Selain memasang garis polisi, beberapa personel polisi juga ditempatkan di sekeliling lokasi.

Sorakan warga terdengar paling tidak tiga kali, yaitu saat tersangka datang, saat menjalani adegan di luar rumah, dan yang teriakan paling kencang terdengar saat Ibad dibawa petugas meninggalkan lokasi.

" Huuuu...masih kecil gitu kok neko-neko," salah satu teriakan warga.

Mahmudin, Ketua RT setempat mengatakan, selama ini Ibad dikenal jarang bergaul di lingkungan sehingga warga tidak terlalu mengenalnya. Sepengetahuan dia, Ibad baru menempati rumah Toifur sekitar 3 bulan lalu.

"Rumah itu kosong karena Toifur tinggal di Blitar," kata Mahmudin ditemui di lokasi rekontruksi.

Sebelumnya diberitakan, Zainul Ibad disangka menjadi pelaku pembunuhan Eko Rovita (32) seorang janda dua anak. Pembunuhan dilatarbelakangi sengketa jual beli mobil itu terjadi pada Rabu (12/3/2014) dan baru terungkap Sabtu (15/3/2014).

Pembunuhan itu dilakukan dengan cara dicekik lalu menyimpan mayat korban di dalam drum bekas. Usai dimasukkan drum, lalu ditutup dengan beton. Zainul Ibad merupakan warga Desa Sumberagung Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, sedangkan Eko Rovita adalah warga Kepurejo Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Penulis: Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Caroline Damanik