Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Dihujani Abu, Jalan Malioboro Lengang

Jumat, 14 Februari 2014 | 11:58 WIB
KOMPAS.com/Wijaya kusuma Lapak para pedagang dimalioboro tampak masih belum dibongkar
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kawasan wisata Malioboro yang biasanya ramai dipadati pedagang dan wisatawan, Jumat (14/2/2014), lengang. Hampir semua pedagang kaki lima dan toko-toko di sepanjang Jalan Malioboro tutup akibat hujan abu vulkanik Gunung Kelud yang melanda Yogyakarta, sejak Kamis (13/2/2014) pukul 02.50 WIB.

"Kondisinya tidak memungkinkan untuk jualan. Abu cukup tebal dan beterbangan ke mana-mana," terang Sudirman, salah satu penjual kaus khas Yogya di Jalan Malioboro.

Ia mengungkapkan, dengan kondisi abu yang tebal seperti saat ini, wisatawan pun enggan berkunjung ke Malioboro. Mereka jelas memilih berada di rumah, penginapan, ataupun hotel.

Selain itu, jika pedagang memaksakan membuka dagangan, produk yang dijual akan terkena abu vulkanik sehingga akan menjadi kotor dan rusak.

Pandangan juga terbatas karena abu beterbangan terkena angin dari kendaraan yang melintas. "Ya, mau bagaimana lagi. Kalau rugi ya jelas rugi karena gak jualan. Tapi memang kondisinya tidak memungkinkan," tegasnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, tampak beberapa wisatawan berfoto-foto di bawah tulisan Malioboro dengan latar belakang putih akibat abu vulkanik. Ada pula warga dan wisatawan yang mengambil abu vulkanik, lalu menyimpannya sebagai kenang-kenangan.

Simak kembali catatan Ekspedisi Kompas Cincin Api “Kelud Revolusi Gunung Api” di edisi khusus epaper.kompas.com dan www.cincinapi.com.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Glori K. Wadrianto