Rabu, 30 Juli 2014

News / Regional

Terkuak, Misteri Air Sungai yang Mendadak Merah di Bontang

Selasa, 11 Februari 2014 | 20:58 WIB
KOMPAS.com / YOVANDA NONI Warga Bontng Kaltim, Digemparkan dengan Fenomena Air Laut yang Memerah

SAMARINDA, KOMPAS.com
 — Kepolisian Kota Bontang menguak misteri air sungai yang mendadak berwarna merah di Bontang. Fenomena itu ternyata berasal dari limbah perusahaan cat di Bontang.

Dalam kasus ini, Kepolisian Kota Bontang mengamankan seseorang berinisial ST, yang diduga sebagai oknum yang kali pertama membuat gempar warga Kota Bontang. Menurut Wakapolres Bontang Kompol Erlan, pelaku ST diduga mencemarkan air sungai dengan limbah cat. Kini, pelaku sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh kepolisian.

"Pelaku sudah diamankan, tapi masih proses lanjutan dan pemeriksaan, apakah limbah beracun atau tidak? Pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup," ujarnya.

Sementara itu, warga yang berdiam di lokasi sekitar menyebut bahwa air menjadi merah karena ulah orang yang tak bertanggung jawab. Biasanya, ada yang membuang sisa cat ke sungai dalam jumlah yang sangat banyak sehingga air menjadi tercemar. Lagi pula, di sekitar sungai itu, ada pabrik distributor cat.

"Di sini ada pabrik distributor cat, biasanya sering membuang cat, namun tidak sebesar ini sehingga tidak mengubah warna air. Bisa jadi akibat pencucian drum-drum dari Amerika yang dibeli pabrik distributor cat tersebut," kata Sundarwan, salah seorang warga Tanjung Laut, Bontang.

Namun, kata Sundarwan, jika air sungai berubah warna karena limbah pencucian drum, maka tidak mungkin bisa sampai sepanjang sungai di Tanjung Laut, Bontang Selatan. "Seharusnya tidak merata, tapi ini merata. Nah, ini yang membingungkan. Entah betul fenomena alam atau limbah yang dibuang dalam jumlah cukup besar," pungkasnya.

Di bagian lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bontang Agus Amir mengatakan, sampai saat ini BLH belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai perubahan air sungai tersebut. Namun, pihaknya akan menelusuri asal perubahan air tersebut.

"Kami masih di lokasi dan tim kami masih melakukan pengecekan. Kami belum bisa memberikan kesimpulan apakah ini fenomena alam ataukah pencemaran air limbah. Harus diselidiki dulu," kata Amir, Selasa (11/2/2014).

Amir menjelaskan, untuk menguak misteri air merah itu, diperlukan proses yang panjang. Selanjutnya, Amir masih belum bisa memutuskan apakah air merah tersebut akan diperiksa dalam laboraturium atau tidak.

"Kami masih di lokasi. Kami masih melakukan identifikasi dan menelusuri petanya dulu, baru bisa diambil kesimpulan. Yang jelas, kami akan terus menyelidiki dari mana air merah itu bermula," ujarnya.

Penulis: Kontributor Samarinda, Yovanda Noni
Editor : Farid Assifa