Senin, 21 April 2014

News / Regional

Dianggap Kurang Bermakna, Patung Akar di Yogyakarta Dicopot

Senin, 10 Februari 2014 | 22:28 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala UPT Malioboro, Syarif Teguh menegaskan bahwa pencopotan patung akar setengah manusia di kawasan titik nol km bukan karena adanya teror dari ormas tertentu. Namun lebih pada melihat kondisi patung dan izin pemasangan yang kedaluwarsa.

"Tidak ada teror dari ormas. Kalau kritik ada, di awal pemasangan mengenai arti patung yang tidak jelas," terang Syarif Teguh, Kepala UPT Malioboro saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/2/2014).

Ia mengungkapkan, di izin pemasangan tercantum mulai September 2011 sampai Desember 2013. Jadi, karena sudah kedaluwarsa izinya, maka pada Januari 2014 langsung dicopot.

"Sebelum dicopot kita sudah berkomunikasi dengan seniman pembuatnya bahwa izin pemasangan sudah lewat," tandasnya.

Selain izin, pertimbangan lainnya adalah usia patung yang sudah tiga tahun. Cat sudah mulai mengelupas dan kondisi patung yang bisa dikatakan tidak kuat lagi karena cuaca.

Menurutnya, patung akar setengah manusia yang dipasang di kawasan titik nol merupakan bagian dari seni. Menghiasi Yogyakarta sebagai kota budaya dan tujuan wisatawan. Persoalan interpretasi dari sebuah karya seni, Teguh menyatakan itu hak setiap orang yang melihat. Sebab persepsi orang tentu akan berbeda dan itu sah-sah saja.

"Ada rencana pembuatnya akan memperbaiki patung akar itu. Namun belum tahu kapan," katanya.

Kini patung akar setengah manusia yang dulunya berada di kawasan titik nol km kota Yogyakarta disimpan di belakang kantor UPT Malioboro. Terkait rencana perbaikan masih dikoordinasikan dengan seniman pembuatnya.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Farid Assifa