Jumat, 25 April 2014

News / Regional

Bencana Banjir di Manado Renggut 13 Nyawa

Kamis, 16 Januari 2014 | 08:28 WIB
Kompas.com/Ronny Adolof Buol Cuaca buruk membuat Sulawesi Utara darurat bencana. Banjir dan tanah longsor terjadi hampir di semua wilayah.

MANADO, KOMPAS.com - Hingga pagi ini, Kamis (16/1/2014), bencana banjir bandang yang terjadi di enam kabupaten/kota di Sulawesi Utara, Rabu kemarin, telah merenggut 13 korban tewas, dan dua warga lainnya belum ditemukan. Sementara, tercatat 40 ribu warga mengungsi.

Seperti yang telah diberitakan, banjir terjadi di enam kabupaten/kota di Sulut secara bersamaan, yaitu Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, bencana ini terjadi akibat kombinasi antara faktor alam dan antropogenik yang memicu terjadinya banjir bandang dan longsor yang masif di Sulawesi Utara.

Sutopo menguraikan, di Kota Manado lima tewas, satu orang hanyut belum ditemukan (Veber Sony Lowing). Di Kota Tomohon lima orang tewas. Di Minahasa tiga orang tewas, satu orang hilang (Niko-54), dan satu orang luka berat.

Di Kabupaten Minahasa Utara tiga desa dengan 1.000 jiwa terisolasi akibat banjir dan longsor. Di Kepulauan Sangihe beberapa rumah tertimbun longsor. Diperkirakan, sekitar 40.000 warga mengungsi ke tempat yang aman. 

Sutopo menjelaskan, hujan deras dipicu sistem tekanan rendah di perairan selatan Filipina, menyebabkan pembentukan awan intensif. Selain itu, adanya konvergensi dampak dari tekanan rendah di utara Australia, awan-awan besar masuk ke wilayah Sulut.

Akibatnya, empat sungai besar di Kota Manado meluap dan menghanyutkan puluhan rumah dan kendaraan. Bencana kali ini lebih besar daripada sebelumnya yang pernah terjadi pada tahun 2000 yang menyebabkan 22 tewas, dan Februari 2013 yang menyebabkan 17 tewas.  


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Glori K. Wadrianto