Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Alumnus ITN: Bongkar Kasus Ospek, Jangan Sudutkan Kampus

Selasa, 10 Desember 2013 | 15:58 WIB
KOMPAS.com/Yatimul Ainun Aksi mahasiswa asal Mataram menggelar aksi mengecam kematian Fikri yang meninggal saat mengikuti ospek yang dilaksanakan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, Senin (9/12/2013).

BENGKULU, KOMPAs.com — Salah seorang alumnus Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang yang juga pernah menjadi ketua ospek Fakultas Teknik Jurusan Elektronika Komputer 2010, Noca Almansyah, meminta penegak hukum membongkar kasus kejahatan yang terjadi di kampusnya.

"Saya pernah menjadi ketua Ospek pada Fakultas Teknik Jurusan Elektronika Komputer 2010, tidak ada tindakan kekerasan dan memalukan seperti itu. Oleh karena itu, bongkar kejahatan itu dan jangan sudutkan kampus, karena itu ulah oknum mahasiswa," kata Noca ketika dihubungi di Bengkulu, Selasa (10/12/2013).

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa jurusan Planologi ITN, Fikri Dolasmantya Surya, tewas diduga akibat disiksa oleh oknum fendem (panitia keamanan ospek) Kemah Bakti Desa (KBD) yang berlangsung pada 9-13 Oktober 2013 lalu. Fikri, mahasiswa baru asal Mataram, Lombok, NTB, itu disiksa karena berupaya untuk melindungi para mahasiswa lain yang mengikuti ospek. Kasus Fikri diselesaikan dengan cara kekeluargaan antara keluarga korban dan pihak kampus ITN.

Selain tindakan kekerasan, dalam kegiatan itu mahasiswa baru diperlakukan asusila. Para mahasiswa laki-laki dan perempuan diduga disuruh melakukan adegan seperti berhubungan intim. Selain itu, mereka juga diberi singkong mirip alat kelamin pria untuk dimasukkan ke dalam mulut (oral). Aksi kekerasan seksual itu diakui pula pihak kampus ITN.

Ia melanjutkan, dahulu ospek sekaligus kemah bakti di pedesaan dikenal dengan nama inisiasi jurusan, mahasiswa baru diperkenalkan agar lebih peka dan peduli terhadap persoalan masyarakat dan membaur dengan mereka. Jelas, tidak ada sama sekali tindak kekerasan yang tidak manusiawi.

Noca juga merasa heran mengapa dalam waktu empat tahun terjadi perubahan drastis cara ospek di kampus ITN sehingga terjadi tindakan asusila. Acara inisasi jurusan atau kemah bakti sosial di masyarakat, kata dia, tujuannya mulia, yakni mengajarkan kepada mahasiswa baru cara berinteraksi dan memahami kondisi kemasyarakatan.

Dia merasa sedih ketika mengetahui dari pemberitaan dan komunikasi dengan alumni bahwa tindakan kekerasan dan asusila benar-benar terjadi di kampusnya. "Lalu, kenapa terjadi tindak kekerasan dan asusila? Saya juga heran, selama ini tidak ada kekerasan seperti itu," kata Noca.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Editor : Farid Assifa