Jumat, 29 Agustus 2014

News / Regional

Lapak Digusur, Pedagang Mengadu ke Wali Kota Palu

Senin, 9 Desember 2013 | 19:04 WIB
KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATI Para pedagang Pasar Inpres Manonda, Palu, mengadu ke Wali Kota Palu karena lapak-lapak mereka yang berada di luar pasar akan digusur, Senin (9/12/2013).

PALU, KOMPAS.com - Ratusan pedagang yang berjualan di luar pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, resah karena Pemerintah Kota Palu akan menertibkan lapak-lapak mereka. Padahal untuk masuk ke dalam pasar, tak ada lagi lapak-lapak yang kosong.

Tak mau kehilangan matapencaharian, ratusan pedagang pasar Inpres Manonda berunjuk rasa di kantor Wali Kota Palu di Jalan Bali Kota, Senin (9/12/2013). Mereka meminta pemerintah Kota Palu memikirkan nasib mereka.
 
Salah seorang pedagang, Mila (60) mengaku tidak tahu akan jualan di mana lagi jika lapak yang ditempatinya akan digusur. Ia berharap Pemerintah Kota Palu memberi mereka tempat untuk berjualan.

"Kita ini sudah serba salah, jualan di luar sudah tidak bisa, mau jualan di dalam sudah tidak ada tempat karena sudah penuh. Jadi makan apa kasian kalau saya tidak bajual," katanya.
 
Pihak Pemkot Palu menerima 10 wakil para pedagang untuk berdialog. Pembicaraan mereka berlangsung selama sekitar dua jam. Para pedagang pun lega karena penggusuran lapak-lapak itu ditunda.

Para pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke pasar untuk berjualan lagi.

Penulis: Kontributor Palu, Erna Dwi Lidiawati
Editor : Kistyarini