Iklan Sabun Mandi "Lifebuoy" Tuai Protes di NTT - Kompas.com

Iklan Sabun Mandi "Lifebuoy" Tuai Protes di NTT

Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 30/11/2013, 20:41 WIB
youtube Iklan Lifeboy
KUPANG, KOMPAS.com - Iklan sabun mandi Lifebuoy versi "5 Tahun Bisa untuk NTT" diprotes sejumlah warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Iklan itu dianggap melecehkan masyarakat NTT. Mereka menyebarkan petisi penolakan dan meminta iklan tersebut dihentikan penayangannya.

“Sebagian warga NTT merasa terganggu dengan iklan Lifebuoy yang ditayangkan di media televisi nasional. Kami menilai isi iklan itu tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kami berani bilang itu adalah bentuk eksploitasi kemiskinan untuk kepentingan bisnis dan kepentingan tertentu," kata Ketua Garda Bangsa Provinsi NTT, Buche Brikmar kepada Kompas.com di kupangSabtu (30/11/2013).

Iklan tersebut bertutur tentang kebiasaan warga Desa Bitobe, NTT, yang kurang memiliki kesadaran tentang hidup bersih. Akibat tidak hidup bersih, disebut dalam iklan itu, satu dari empat balita di NTT meninggal karena diare.

Iklan itu lantas mengajak partisipasi dalam bentuk donasi untuk mengajarkan hidup bersih pada warga Desa Bitobe agar para balita di desa itu bisa merayakan ulangtahun kelima mereka dan seterusnya.

“Dalam isi iklan itu seolah-olah dengan membeli sabun Lifebuoy, maka dengan sendirinya kita menyelamatkan anak-anak NTT untuk bisa mengikuti ulang tahun yang kelima. Ini jelas merupakan pencitraan produk," kata Buche.

Dihubungi terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTT, Heribertus Naif, yang merupakan salah seorang pengagas petisi penolakan, mendesak Pemerintah Provinsi NTT untuk meminta penghentian tayangan iklan. 

“Apa benar semua anak NTT terancam mati sebelum berusia lima tahun? Apa benar Lifebuoy yang membuat saya bisa merayakan ulang tahun ke 33? Apa benar hanya Lifebuoy yang peduli NTT? Kami menuntut KPI melalui Gubernur NTT untuk segera menghentikan iklan itu dan segera pulihkan nama baik NTT yang dilecehkan,” kata dia. 

Tanggapan Lifebuoy

Senior Brand Manager Lifebuoy Unilever, Adina Tontey ketika dihubungi via telepon mengatakan, pihaknya tidak pernah berniat untuk melecehkan warga NTT 

“Dalam iklan itu memang jelas sekali kondisi sebenarnya yang terjadi di Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang. Iklan ini bertujuan membantu mencegah kematian balita di NTT di masa mendatang. Pasalnya, sesuai data Dinas Kesehatan NTT, kematian balita mencapai 71 persen dari 1.000 kelahiran hidup dan penyebab utamanya adalah diare," kata Adina. 

Ia menyebut, donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 700 juta dan semuanya akan didonasikan untuk kepentingan warga Desa Bitobe.

Adina mengungkapkan, ia ingin bertemu dengan pihak-pihak yang membuat petisi untuk membicarakan masalah ini.  

Berikut iklan Lifebuoy yang diprotes itu:

PenulisKontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
EditorHeru Margianto
Komentar

Terkini Lainnya

Penyesalan NW, Ibu yang Tega Bunuh Anaknya karena Sering 'Ngompol'

Penyesalan NW, Ibu yang Tega Bunuh Anaknya karena Sering "Ngompol"

Megapolitan
Agen Patroli Perbatasan AS-Meksiko Asal Texas Tewas Dilempari Batu

Agen Patroli Perbatasan AS-Meksiko Asal Texas Tewas Dilempari Batu

Internasional
Delman Jadi Daya Tarik Wisata, Rencana Sandiaga yang Tuai Penolakan

Delman Jadi Daya Tarik Wisata, Rencana Sandiaga yang Tuai Penolakan

Megapolitan
Fraksi Demokrat Minta MKD Rasional Mempertimbangkan Novanto

Fraksi Demokrat Minta MKD Rasional Mempertimbangkan Novanto

Nasional
Nekat Edarkan Sabu, Dua Pemuda Rengasdengklok Terancam 4 Tahun Bui

Nekat Edarkan Sabu, Dua Pemuda Rengasdengklok Terancam 4 Tahun Bui

Regional
Unjuk Rasa Buruh Bubar Setelah Ditemui Gus Ipul

Unjuk Rasa Buruh Bubar Setelah Ditemui Gus Ipul

BrandzView
Gamawan Siap Dikutuk jika Terima Uang E-KTP, Ini Kata Nazaruddin

Gamawan Siap Dikutuk jika Terima Uang E-KTP, Ini Kata Nazaruddin

Nasional
DPP PPP Minta Bupati Tasikmalaya Genjot Elektabilitas agar Dipilih Ridwan Kamil

DPP PPP Minta Bupati Tasikmalaya Genjot Elektabilitas agar Dipilih Ridwan Kamil

Regional
Terekam, Pelelangan Budak Afrika Seharga Rp 5,4 Juta Per Orang

Terekam, Pelelangan Budak Afrika Seharga Rp 5,4 Juta Per Orang

Internasional
Melihat Kekecewaan Korban Investasi Bodong Pandawa...

Melihat Kekecewaan Korban Investasi Bodong Pandawa...

Megapolitan
Terpopuler: Novanto Diperiksa, Anggaran DKI Naik, dan Rokok Elektrik

Terpopuler: Novanto Diperiksa, Anggaran DKI Naik, dan Rokok Elektrik

Nasional
DPRD DKI Minta Penjelasan Anies soal Kenaikan Dana Operasional RT/RW

DPRD DKI Minta Penjelasan Anies soal Kenaikan Dana Operasional RT/RW

Megapolitan
Nazaruddin Siap Bantu KPK dalam Kasus yang Menjerat Setya Novanto

Nazaruddin Siap Bantu KPK dalam Kasus yang Menjerat Setya Novanto

Nasional
Berita Terpopuler: Kota di Indonesia Terancam Pencairan Es Kutub, Hingga Malapetaka Zimbabwe

Berita Terpopuler: Kota di Indonesia Terancam Pencairan Es Kutub, Hingga Malapetaka Zimbabwe

Internasional
Ini Kolam Air Mancur DPRD DKI yang Akan Direnovasi hingga Rp 620 Juta

Ini Kolam Air Mancur DPRD DKI yang Akan Direnovasi hingga Rp 620 Juta

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM