Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salahi Aturan, Baliho Bupati Pun Dicopot Paksa

Kompas.com - 31/10/2013, 10:52 WIB
Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha

Penulis

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Panwaslu, KPU dan Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya menggelar penertiban baliho partai dan calon lelgislatif yang menyalahi aturan di kawasan Alun-alun Singaparna, Kamis (31/10/2013) pagi.

Salah satunya baliho berukuran besar bergambar Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, dengan partainya, yang dicopot paksa karena terpasang di trotoar jalan sekitar alun-alun.

Pantauan Kompas.com, puluhan petugas gabungan menurunkan paksa poster, baliho partai dan caleg yang melanggar aturan pemasangan. Pasalnya, puluhan baliho berbagai ukuran terpasang di tempat umum dan kawasan hijau perkotaan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Bambang Lesmana mengatakan, penertiban ini sesuai peraturan KPU yang melarang pemasangan alat peraga caleg di tempat umum, sarana pemerintahan, pendidikan, keagamaan dan jalan protokol. Termasuk baliho bupati dengan partainya turut dicabut paksa oleh petugas.

"Jelas menyalahi aturan karena dipasang di sarana umum sekalipun bergambar bupati dan partainya, kita tertibkan. Tapi kalau alat peraga bupati sebagai layanan masyarakat itu tidak apa- apa," kata Bambang di lokasi penertiban.

Alat peraga hasil penertiban ini, kata Bambang, akan dibawa ke kantor panwaslu. Nantinya akan diinformasikan kepada para pemilik baliho untuk mengambil alat peraga. "Penertiban alat peraga ini bukan hanya di Singaparna saja. Tapi dilakukan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Paling lambat seminggu alat peraga yang melanggar akan bersih," ungkap Bambang.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat menambahkan, penertiban ini dilakukan sesuai surat keputusan pemerintah daerah bersama KPU Kabupaten Tasikmalaya, terkait lokasi pemasangan alat peraga yang telah disepakati baru baru ini.

"Sekarang kan sudah ada SK-nya, jadi Panwaslu memberikan rekomendasi penertiban baliho yang melanggar. Nah, Satpol PP sebagai aparatur daerah yang turun untuk menertibkan," kata Deden. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com