Jumat, 1 Agustus 2014

News / Regional

GKR Hayu dan Calon Suami Saling Memuji

Jumat, 11 Oktober 2013 | 22:04 WIB
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma GKR Hayu dengan KPH Notonegoro saat jumpa pers di Keraton Kilen terkait acara pernikahan keduanya.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengaku Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro mempunyai sifat dan karakter laki-laki yang selama ini diidam-idamkannya.

Hayu mengatakan, Notonegoro adalah lelaki yang pintar, cerdas, ceria, ramah, dan mudah dekat dengan orang lain. Apalagi, lanjut Hayu, kekasihnya itu pandai memainkan alat musik.

"Mas Noto pintar nyanyi dan memainkan instrumen musik. Buat saya laki-laki akan terlihat ganteng ketika dia main musik," tutur Hayu dalam konferensi pers di Keraton Yogyakarta, Jumat (11/10/2013).

Selama berpacaran, lanjut Hayu, Notonegoro sering memainkan gitar sambil menyanyikan lagu  "Juwita Malam" untuknya. Notonegoro, kata Hayu, selalu merekam lagu yang dinyanyikan lalu mengirimkannya ke Hayu via voice note.

"Kami bukan tipe orang romantis, tapi jujur paling suka ketika Mas Noto mengirim voice note ke saya," kata Hayu.

"Saya senang mendengarkan petikan gitarnya dan suaranya bernyanyi. Suaranya itu romantis banget," ucapnya.

Mendapat pujian dari calon istrinya, Notonegoro tak mau kalah. Dia memuji Hayu sebagai perempuan yang romantis, seperti mengirim bunga kepadanya. "Dulu, dia (GKR Hayu) tiba-tiba kasih surprise saya dengan mengirim bunga ke kantor. Lumayan bikin geger kantor juga," kenangnya.

Saat ditanya tentang perasaan menjelang pernikahan, keduanya mengaku gembira luar biasa bercampur deg-degan. "Stres dan deg-degan itu ada, karena acara pernikahan banyak yang nonton. Namun saat ini sudah mulai berkurang karena semua acara sudah dikoordinasikan," kata Hayu.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Kistyarini