Kamis, 30 Oktober 2014

News / Regional

Kereta Pangeran Diponegoro Ikut Kirab Pernikahan Sultan

Jumat, 11 Oktober 2013 | 18:15 WIB
KOMPAS.com/wijaya kusuma Kereta Kyai Jongkiyat yang nantinya akan dinaiki oleh GKR Hayu dengan KPH Notonegoro saat kirab

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Panitia pernikahan putri Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro menggelar acara gladi kotor kirab pernikahan agung tersebut, Jumat (11/10/2013).

Acara tersebut diikuti kereta-kereta yang akan digunakan kedua mempelai dan keluarga Keraton Yogyakarta pada kirab dari Keraton menuju Bangsal Kepatihan.

Persiapan gladi kotor terlihat sejak pukul 13.00 WIB, terutama di Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Puluhan abdi dalem keraton beserta beberapa pemilik kuda tampak sibuk mempersiapkan kereta dan kuda yang digunakan acara tersebut.

"Ini persiapan, gladi kotor kirab pernikahan besok," terang KRT Yudhoningrat, ketua panitia pernikahan GKR Hayu dengan KPH Notonegoro saat ditemui di Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Jumat siang.

Ia menuturkan total ada 12 kereta yang akan digunakan dalam acara kirab. Salah satunya adalah Kereta Kyai Jongwiyat yang nantinya ditarik enam ekor kuda berwarna putih. Kereta tersebut akan digunakan kedua mempelai, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro.

Kereta Kyai Jongwiyat dibuat oleh pabrik kereta di Den Haag, Belanda atas pesanan Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tahun 1880. Kereta ini bermodel terbuka dan menggunakan empat roda.

"Untuk Ngarso Dalem Sri Sultan HBX dan permaisuri GKR Hemas akan menaiki kereta Kyai Wimanaputra," lanjut Yudhonigrat.

Kereta Kyai Wimanaputra dibuat oleh pabrik G Barendse Semarang dan dipesan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VI. Begitu juga dengan kereta Kyai Harsunaba dan Kyai Garudayaksa.

KRT Yudho Ningrat mengungkapkan, selain dua kereta tersebut, turut pula dalam acara kirab kereta yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro, yakni Kyai Mondrojuwolonyang dibuat di Jawa pada 1820. 

"Kereta Kyai Mondrojuwolo ini berasal dari masa pemerintahan Sultan HB III. Besok dalam kirab kereta ini akan dinaiki oleh Pakualam," pungkasnya.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor : Kistyarini