Dokter Kandungan Gadungan Diringkus Polisi - Kompas.com

Dokter Kandungan Gadungan Diringkus Polisi

Kompas.com - 04/10/2013, 10:54 WIB
KOMPAS.com/Achmad Faizal Dokter kandungan gadungan diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com — Sepasang suami istri di Surabaya menggelar praktik dokter kandungan, padahal keduanya tidak memiliki latar belakang pendidikan dokter maupun izin praktik dokter. Ironisnya, keduanya sudah memiliki ratusan pasien langganan.

Aksi Djuhari Prajogo (56) dan istrinya Lucia Sudiarti (48) baru terendus polisi dua hari lalu. Dokter gadungan yang berpraktik di Jalan Pulo Wonokromo, Surabaya, ini dibekuk Polsek Wonokromo atas laporan salah satu pasien yang kecewa dan curiga.

''Bahkan keduanya berani melakukan operasi kandungan dan persalinan kepada pasiennya,'' kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Setija Junianta, Jumat (4/10/2013).

Semula, tersangka hanya membuka praktik medis khusus bagi perempuan yang ingin memiliki anak sejak 2011. Hingga saat ini, menurut pengakuan tersangka, sudah ada lebih dari 300 pasien yang berobat kepadanya.

''Yang lebih meyakinkan, tersangka juga menulis resep obat untuk dibeli di apotek,'' jelas Setija.

Praktik itu terbongkar sejak DS (36), pasien tersangka yang sudah sembilan tahun menikah tetapi belum juga dikaruniai anak, curiga dengan praktik tersangka. ''Pengobatannya tidak berhasil, justru berat badannya meningkat, padahal sudah habis banyak biaya,'' kata Setija.

Korban pun memeriksakan kandungannya ke rumah sakit, dan hasilnya tidak ada perubahan di dalam kandungannya. DS lantas melaporkan suami-istri itu ke Polsek Wonokromo.


Selain menahan keduanya, polisi juga menyita berbagai obat-obatan, tempat tidur pasien, dan buku catatan pasien.

Komentar

Terkini Lainnya

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan
CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

Nasional
Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Internasional

Close Ads X