Sabtu, 19 April 2014

News / Regional

Tiba di RS, Kepala Bayi Ini Sudah Terlepas dari Badan

Jumat, 27 September 2013 | 22:32 WIB
KOMPAS.com/ Suddin Syamsuddin Bayi ini tangan dan kepalanya terpisah dari tubuh sesaat setelah dilahirkan di Pinrang, Sulawesi Selatan.

PINRANG, KOMPAS.com — Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Lasinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dr Hasnah menyatakan, saat tiba di RSUD Lasinrang, kondisi bayi Nurwahida sudah dalam kondisi kepala terlepas dari badan. Bayi tersebut merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Desa Bungin.

"Memang kondisinya seperti itu. Saat tiba di RSUD Lasinrang sini, kepala sudah keluar, sementara badan bayi masih di dalam perut sang ibu," urai Direktur RSUD Lainrang, dr Hasnah, melalui sambungan telepon, Jumat (27/9/2013).

Menurut dr Hasnah, orangtua bayi malang tersebut masuk ke Puskesmas Bunging menggunakan Jamkesmas dan dirujuk ke RSUD Lasinrang pada Kamis, 26 September sekitar pukul 11 00 Wita. Bayi di perut sudah dalam posisi partum 1 jam 20 derajat (partum pukul 10.00 di Puskesmas Bunging). Ibu bayi mengalami distosia dengan usia kehamilan antara 28-29 minggu (6-7 Bulan).

Informasi lain yang diperoleh selama kehamilan, Nurwahida, orangtua bayi malang itu, hanya sekali melakukan pemeriksaan di puskesmas.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Bungi dr Ni Nyoman Sidiarti, saat dihubungi melalui telepon seluler, enggan berkomentar banyak. Dia hanya menyatakan bahwa data terkait kelahiran bayi malang itu sedang diproses untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan Pinrang.

"Sebaiknya datanya diambil Senin lusa di Dinas Kesehatan, sebab bukan kewenangan kami untuk memberikan keterangan," kata Ni Nyoman.

Diduga malapraktik

Diberitakan sebelumnya, foto kepala dan tangan seorang bayi yang terlepas dari badannya seusai persalinan oleh perawat dan dokter di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, beredar di masyarakat. Foto-foto yang beredar melalui ponsel warga itu sangat meresahkan warga Kabupaten Pinrang.

"Mulai kemarin foto-foto bayi terlepas kepala dan tangannya beredar. Hingga kini keluarga korban masih enggan berkomentar," ujar Rasie, warga Pinrang, sambil menunjukkan foto bayi malang tersebut.

Diduga, bayi tersebut korban malapraktik saat persalinan. Salah seorang warga yang mengaku kerabat orangtua bayi, Agustina, menjelaskan, bayi tersebut dilahirkan dari saudaranya bernama Nurwahida. Awalnya, kata Agustina, Nurwahida dirawat di Puskesmas Desa Bunging, Kabupaten Pinrang.

"Menurut penuturan kemenakan saya, yakni Nurwahida, ibu dari bayi ini, awalnya ia dirawat di Puskesmas Desa Bunging. Namun, pihak puskesmas merujuk ke RSUD Lasinrang," ujar Agustina di RSUD Lasinrang sambil menunjukkan foto bayi, Jumat (27/9/2013).

Agustina menuding adanya malapraktik yang dilakukan tim medis RSUD Lasinrang dan puskesmas. Dia berharap adanya kejelasan dari pihak rumah sakit atau puskesmas karena hingga kini orangtua dan beberapa anggota keluarga belum melihat kondisi bayi hingga dikebumikan.

Sementara itu, sejumlah wartawan media cetak dan elektronik Kabupaten Pinrang mendatangi RSUD Lasinrang, Kelurahan Maccara Walie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, untuk memastikan kebenarannya.

Di RSUD Lasinrang, Nurwahida dan suaminya, Hamsah, dikabarkan masih trauma, dan enggan keluar dari Ruang Asoka RSUD Lasinrang, tempat ibu bayi dirawat. Hingga kini, sejumlah wartawan masih kesulitan mewawancarai Nurwahida. Suasana RSUD Lasinrang pun sepi dan tidak ada satu pun dokter yang bisa ditemui.


Penulis: Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin
Editor : Farid Assifa