Jumat, 25 Juli 2014

News / Regional

Minim Guru, Anggota TNI Mengajar di Pulau Terluar

Jumat, 13 September 2013 | 18:49 WIB
KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Pandam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, S.Ip. MAP, berkesempatan mengajar siswa Kelas IX SMP Miangas, Talaud, Sulut.

MIANGAS, KOMPAS.com - Kurangnya tenaga pendidik di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, membuat anggota TNI yang ditugaskan di salah satu pulau terluar tersebut harus menjadi guru.

"Saya di sini sudah tiga bulan mengajar anak-anak SMP untuk mata pelajaran Ideologi Pancasila dan olahraga," ujar Pratu Marinir M Hairul Anam, kepada Kompas.com, Jumat (13/9/2013).

Seperti Hairul, Serda Subhan juga ditugaskan di daerah perbatasan Indonesia-Filipina tersebut. Dia mengaku merasa terpanggil untuk mengajar mata pelajaran PBB dan Olahraga. "Kami anggota TNI harus siap untuk berbakti kepada masyarakat dalam setiap bidang termasuk dalam pendidikan," ujar Subhan.

Panglima Komando Militer (Pangdam) VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, S.Ip. MAP yang berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke pulau tersebut menjelaskan bahwa kehadiran anggota TNI di daerah perbatasan harus bisa bersinergi dengan semua lapisan masyarakat.

"Menjadi guru hanya merupakan bagian kecil dari pengabdian anggota TNI kepada masyarakat. Menjaga keutuhan bangsa dan perbatasan merupakan tugas pokok utama, tetapi keterpanggilan mengisi pengabdian terhadap masyarat juga tak kalah pentingnya," ujar Bachtiar yang siang itu berkesempatan mengajar Kelas IX SMPN Mianggas.

Di Miangas sendiri hanya terdapat satu SD, satu SMP dan satu SMK. Semua sarana pendidikan tersebut memprihatinkan karena minimnya tenaga pengajar yang mau datang ke pulau terluar tersebut.

"Kami tidak punya guru Matematika dan Bahasa Inggris serta beberapa mata pelajaran lainnya, beruntung ada anggota TNI yang mau membantu mengajar anak-anak di sini," ujar salah satu guru.

Bachtiar berharap, walaupun masih minim tenaga pengajar, tetapi tidak mengurungkan niat orang tua murid untuk menyekolahkan anak mereka. "Pendidikan itu penting, buat masa depan mereka. Saya berharap Bupati Talaud bisa menempatkan tenaga pengajar yang masih diperlukan di Miangas," tambah Bachtiar.

Sementara itu Bupati Talaud, Constantin Ganggali yang juga ikut dalam kunjungan kerja tersebut berjanji menempatkan tenaga guru seperti yang diharapkan. "Saya merasa berterima kasih buat TNI dan juga Polri yang telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu pembangunan di daerah perbatasan seperti di Miangas ini," ujar Ganggali.

Pulau Miangas merupakan salah satu pulau terluar yang masuk wilayah Kabupaten Talaud. Jaraknya yang sangat jauh dari ibu kota kabupaten membuat beberapa sarana dan fasiltas publik disana sering dikeluhkan warga karena tertinggal dari wilayah lainnya.

Pulau Miangas merupakan kecamatan khusus karena hanya memiliki satu desa yang hanya dihuni oleh 189 kepala keluarga dengan 708 jiwa itu menggantungkan kehidupan mereka dari pekerjaan sebagai nelayan.

Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Letkol Inf Steve Sinaulan menambahkan dalam kunjungan kerja tersebut, Pangdam juga berkesempatan memberikan bantuan berupa alat olahraga kepada masyarakat, bantuan buat pos penjagaan TNI serta bantuan donatur pembangunan gereja sebesar Rp 20 juta.

"Kegiatan Pangdam setelah dari Miangas dilanjutkan ke Pulau Marampit yang juga merupakan pulau terluar, dan pada keesokan hari akan berkunjung ke Pulau Marore," jelas Sinaulan.

Penulis: Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Kistyarini