Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

13 Orang Diperiksa Terkait Kerusuhan Puger

Kamis, 12 September 2013 | 15:38 WIB
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Mimbar Masjid Ponpes Darus Sholihin rusak parah setelah dirusak massa, Rabu (11/9/13) kemarin.

JEMBER, KOMPAS.com - Hingga Kamis (11/9/13) siang, sudah 13 orang diperiksa di Polres Jember terkait kerusuhan di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, yang menyebabkan tewasnya satu orang, serta rusaknya sejumlah fasilitas di Pondok Pesantren Darussolihin di desa tersebut.

Hal itu dikatakan Kapolda Jawa Timur, Irjen Polisi Unggung Cahyono, di Jember, Kamis siang. “Semuanya sudah dibawa ke Polres Jember untuk diperiksa sebagai saksi. Baik kasus perusakan maupun kasus penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia,” ujarnya.

Saat ini tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polres Jember, terus memeriksa ke-13 orang itu. “Kami terus melakukan pendalaman dan pengembangan” imbuh Unggung.

Hari ini polisi meringkus tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam, usai usai acara pemakaman korban kerusuhan, Eko Mardi Santoso (45). Aparat keamanan menjaga ketat rombongan pengiring jenazah yang berjalan pulang dari pemakaman, yang akan melewati Pondok Pesantren Darussolihin.

Mereka juga diperiksa satu per satu. Tiga orang di antara mereka kedapatan membawa senjata tajam. Ketiganya langsung digelandang ke Polsek Puger dengan pengawalan ketat. Dari tangan mereka, polisi menyita tujuh senjata tajam, yang terdiri dari celurit dan pedang.

Diberitakan sebelumnya, Eko merupakan korban tewas dalam kerusuhan yang pecah kemarin. Selain dia, dua orang lain mengalami luka parah dan masih dirawat di puskesmas setempat.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, bentrok berawal dari perayaan karnaval untuk memperingati 17 Agustus yang dilakukan simpatisan Pondok Pesantren Darussolihin pimpinan Habib Ali di Desa Puger Kulon. Sebenarnya, karnaval tersebut sudah dilarang oleh Muspika setempat karena khawatir memicu bentrok seperti yang terjadi tahun 2012 lalu.

Bahkan polisi sempat memasang barikade di jalan masuk dan keluar ponpes tersebut. Namun simpatisan ponpes memaksa menggelar karnaval dengan menjebol barikade tersebut. Saat pondok dalam keadaan sepi ditinggal karnaval, tiba-tiba sekelompok massa lain yang kontra karnaval, menyerang ponpes dan merusak sejumlah fasilitas seperti masjid dan bangunan lain.

Penulis: Kontributor Jember, Ahmad Winarno
Editor : Kistyarini