Khofifah-Herman Akan Gugat Hasil Pilkada Jatim ke MK - Kompas.com

Khofifah-Herman Akan Gugat Hasil Pilkada Jatim ke MK

Harry Susilo
Kompas.com - 08/09/2013, 00:43 WIB
Kompas.com/M. AGUS FAUZUL HAKIM Khofifah Indar Parawansa
SURABAYA, KOMPAS.com - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja menyiapkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil rekapitulasi manual pilkada Jawa Timur.

Khofifah-Herman menuding adanya kecurangan dalam pelaksanaan pilkada.

"Kami siap menggugat ke MK karena ada kecurangan sejak awal. Dari adanya penjegalan sampai politik uang. Kalau tidak ada pelanggaran itu, hasil rekapitulasi tidak akan seperti sekarang," kata Djuli Edi, saksi sekaligus anggota tim hukum Khofifah-Herman.

Khofifah-Herman telah menyiapkan bukti-bukti pelanggaran yang dimaksud untuk dibawa ke MK.

"Kami belum tentukan kapan akan ke MK. Yang jelas paling lambat tiga hari setelah penetapan," ucap Djuli Edi.

Sesuai hasil rekapitulasi manual Komisi Pemilihan Umum Jatim, Sabtu (7/9/2013) malam, pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Jatim yang dilaksanakan 29 Agustus lalu.

Soekarwo-Saifullah meraih suara tertinggi dengan 8.195.816 suara atau 47,25 persen.

Dengan perolehan suara ini, Pilkada Jatim hanya berlangsung satu putaran. Berada di tempat kedua pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja dengan 6.525.015 suara (37,62 persen), disusul Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah dengan 2.200.069 suara (12,69 persen), dan Eggi Sudjana-M Sihat yang meraih 422.932 suara (2,44 persen).

Rapat pleno tersebut dihadiri anggota KPU dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Pasangan calon yang hadir hanya Soekarwo-Saifullah dan Eggi-Sihat.  Sedangkan Khofifah-Herman dan Bambang-Said diwakili oleh saksi.

Saat ditanya tanggapannya terkait rencana Kofifah mengajukan gugatan ke MK, Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad mengakui, KPU siap menghadapi gugatan dari pihak yang keberatan dengan hasil Pilkada Jatim.

PenulisHarry Susilo
EditorErvan Hardoko
Komentar
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X