Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

HUT Kota Ambon Dirayakan Tanpa Kembang Api

Jumat, 23 Agustus 2013 | 17:58 WIB
KOMPAS.COM/RAHMAN PATTY Banjir melanda Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ambon menyatakan delapan orang meninggal dan tujuh lainnya hilang, sementara puluhan orang lainnya terluka.

AMBON, KOMPAS.com - Perayaan hari ulang tahun ke-438 kota Ambon kali ini dilakukan secara sederhana, tidak gemerlap seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy kepada wartawan, saat pencanangan HUT Kota Ambon di Balai Kota, Jumat (23/8/2013).

“Di tahun – tahun sebelumnya, HUT Kota Ambon selalu dirayakan dengan kembang api dan dan penuh kegembiraan, tetapi kali ini kita akan merayakannya dengan suasana yang sederhana saja,” ungkap Richard.

Menurut Richard, perayaan HUT Kota Ambon kali ini akan dilakukan secara sederhana lantaran Kota Ambon masih dalam suasana prihatin, menyusul banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian ada sejumlah agenda menjelang HUT Kota Ambon yang akan dilakukan, diantaranya, pembersihan teluk Ambon, jalan sehat bagi PNS Pemkot Ambon dan keluarga, ziarah ke taman Makam Pahlawan Kapahaha dan donor darah yang bekerja sama dengan PMI Ambon.

Selain itu juga akan dilakukan Seminar Rencana Pembentukan BLUP Kredit Mikro bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, Seminar Konversi Teluk Ambon dengan Fakultas Perikanan Unpatti, dan Dialog Konsultasi Deteksi Dini Kanker bersama Fakultas Kedokteran Unpatti.

Dia mengungkapkan, rangkaian HUT juga nantinya akandi mulai dengan doa dan renungan untuk Kota Ambon. Doa dan renungan untuk umat Islam digelar di Islamic Centre dengan menghadirkan Ustaz Maulana dari Jakarta. Sedangkan umat Kristen menggelar doa dan renungan di gelanggang olahraga Karang Panjang. “Kita akan memulainya dengan doa dan perenungan untuk Kota Ambon.”ujarnya.

Richard menambahkan, puncak peringatan HUT Kota Ambon akan dipusatkan di Lapangan Merdeka Ambon, pada 7 September 2013 dan akan dimeriahkan oleh 500 penari samrah, 100 peniup terompet dan 150 pemain musik suling bambu.

Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : Kistyarini