Selasa, 2 September 2014

News / Regional

Ini Kronologi Penembakan Dua Polisi di Pondok Aren

Sabtu, 17 Agustus 2013 | 08:07 WIB
Kompas.com/ Fabian Suasana ruang jenazah di RS Polri Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/8/2013) dini hari WIB. Di tempat itu, jenazah Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma disemayamkan. Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma tewas akibat ditembak orang tak dikenal, di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (16/8/2013) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Penembakan terhadap anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini, pelaku beraksi di Jalan Graha Bintaro, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Jumat (16/8/2013).

Peristiwa itu bermula ketika anggota Binmas Pondok Kacang, Aipda Kus Hendratma, hendak menuju Polsek Pondok Aren untuk mengikuti apel persiapan operasi cipta kondisi pada pukul 21.30.

Dalam perjalanannya, Kus, yang mengendarai sepeda motor, dipepet dua orang yang mengendarai motor Yamaha Mio berwarna hitam. Saat itu, Kus ditembak pada bagian belakang kepala. Kus langsung terjatuh dan tewas di tempat, dekat Masjid Bani Umar, Pondok Aren.

Saat itu, ternyata ada Tim Buser (Buru Sergap) yang hendak melintas menggunakan mobil Toyota Avanza. Melihat kejadian itu, Tim Buser yang berjumlah empat orang langsung mengejar dan menabrak motor tersebut.

Namun, pengemudi mobil itu, anggota Polsek Pondok Aren, Bripka Ahmad Maulana, kehilangan kendali kendaraan. Mobil itu terguling hingga ke tanggul Jalan Graha Raya Bintaro. Mobil berwarna hitam itu menghantam pohon.

Tim Buser pun berusaha keluar dari mobil yang terbalik. Namun, pelaku kemudian menghampiri dan langsung menembak Maulana yang saat itu akan keluar dari mobil.

Tiga orang dalam mobil berhasil selamat dan tidak mengalami luka parah. Mereka juga sempat berusaha melumpuhkan pelaku. Baku tembak pun terjadi sekitar hampir 15 menit.

"Indikasi yang nodong itu satu orang tangannya berdarah. Apakah karena dia jatuh (dari motor) atau tertembak. Itu belum tahu," ujar Wakapolri Komjen Oegroseno di Polsek Pondok Aren, Sabtu (17/8/2013).

Pelaku langsung meninggalkan motor Mio di lokasi dan kabur dengan motor milik satpam yang saat itu sedang melintas. Satpam sempat ditodong senjata oleh pelaku.

"Saksi dari masyarakat melihat pelaku ada yang terluka dan ada yang memegang pistol," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie saat dihubungi.

Sekitar pukul 22.30, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Warga pun langsung mengerumuni lokasi kejadian yang berada sekitar 100 meter dari Polsek Pondok Aren.

Kedua korban, Aipda Kus Hendratma dan Bripka Ahmad Maulana dilarikan ke RS Premier Bintaro sebelum dibawa ke RS Polri, Jakarta Timur, untuk diotopsi.

Polisi juga mengerahkan dua anjing pelacak untuk mencari jejak pelaku. Satu anjing pelacak bernama Scott menemukan bercak darah pada daun yang diduga darah pelaku. Bercak itu berada di dekat tembok setinggi sekitar 2 meter.

Belum dapat dipastikan apakah pelaku sama dengan penembakan polisi di Ciputat dan Cirendeu, Tangerang Selatan, yang terjadi beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, pelaku masih diburu dengan fokus pencarian di Tangerang, Depok, hingga Bogor.

"Belum tertangkap pelakunya. Terjadi baku tembak, tapi bisa melarikan diri dengan motor satpam yang dirampas," terang Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Sutarman saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu pagi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Dian Maharani
Editor : Kistyarini