Rabu, 26 November 2014

News / Regional

Mengapa Permintaan Otopsi Jenazah Sisca Lambat?

Rabu, 14 Agustus 2013 | 15:15 WIB
TRIBUN JABAR/DICKY FADJAR DJUHUD Kakak korban tampak menangis di atas peti mati berisi jasad Fransisca Yofie (30) alias Sisca, wanita yang diduga korban penganiayaan saat hendak dibawa dari kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin ke rumah duka Nana Rohana, Bandung, Selasa (6/8/2013).
BANDUNG, KOMPAS.com - Permintaan visum dan otopsi atas jenazah korban pembunuhan di Cipedes, Bandung, Franciesca Yofie alias Sisca terbilang lambat.

Menurut Kepala Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), dr. Norman Heriyadi saat ditemui Kompas.com di ruangannya, Rabu (14/8/2013), jenazah Sisca baru diotopsi sehari setelah dibunuh.

"Jenazah datang malam setelah maghrib. Kita baru periksa besok paginya karena permintaan dari polisi yang menangani belum ada, jadi tidak bisa langsung kita periksa," ungkap Norman.

Menurut Norman, pada saat itu pihak kepolisian sedang sibuk mengurusi tempat kejadian perkara. "Karena Polsek waktu itu sibuk di TKP dan jenazah diantar saja ke sini. Jadi permohonan visumnya terlambat datang," paparnya.

Lebih lanjut Norman mengatakan, hasil otopsi jenazah Sisca ternyata belum disampaikan ke pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Bandung. "Kita akan berikan hasilnya kalau tidak besok ya, lusa. Kepolisian sudah minta," tegasnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Glori K. Wadrianto