Minggu, 31 Agustus 2014

News / Regional

Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Gadis Cantik di Cipedes

Selasa, 6 Agustus 2013 | 21:17 WIB
TRIBUN JABAR/DICKY FADJAR DJUHUD Kakak korban tampak menangis di atas peti mati berisi jasad Fransisca Yofie (30) alias Sisca, wanita yang diduga korban penganiayaan saat hendak dibawa dari kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin ke rumah duka Nana Rohana, Bandung, Selasa (6/8/2013).
BANDUNG, KOMPAS.com — Seperti yang telah diberitakan, seorang gadis berparas cantik, Fransisca Yofie (30), tewas mengenaskan dibunuh di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, Senin kemarin, sekitar pukul 18.15 WIB.

Fransisca diduga dibunuh dua pria tak dikenal dengan cara dibacok hingga sekarat dan akhirnya meninggal dunia.

Kepala bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan, gadis itu tiba di halaman rumah kosnya sekitar pukul 17.45 WIB dengan mobilnya Grand Livina X Gear.

"Ia turun dari mobil, sepertinya mau membuka kunci pintu gerbang yang digembok saat akan memasukkan mobil ke halaman rumah kosnya," kata Martinus, Selasa (6/8/2013).

Tiba-tiba, lanjut Martinus, datanglah dua pria tak dikenal berboncengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria R dengan memakai helm full face. "Entahlah, pas dua orang pria itu datang apakah sempat berinteraksi dengan korban atau tidak. Kebetulan saat itu suasana sangat sepi, orang ketika itu menjelang dan sedang buka puasa," kata Martinus.

Diduga, pria misterius yang posisinya dibonceng menjambak rambut Sisca saat wanita itu tengah membuka pintu gerbang. Sambil motor melaju kencang, Sisca dijambak dan ditarik bersamaan dengan lajunya motor hingga sekarat.

"Jarak dari rumah kos ke tempat ditemukan korban sekitar 500 meter," kata Martinus.

Setelah dijambak, gadis itu dibacok pelaku di beberapa bagian tubuhnya. Pelaku diduga menggunakan benda tajam seperti samurai, golok, dan sejenisnya. "Ada tiga bacokan, salah satunya ditemukan di bagian kepala belakang," katanya.

Sisca ditemukan bersimbah darah di hampir sekujur tubuhnya, termasuk wajahnya. Pakaiannya yang berwarna serba hitam tampak sobek. Kulit-kulit di tubuhnya pun lecet penuh dengan luka karena diseret di aspal jalan.

"Wanita malang itu ditemukan dengan sangat mengenaskan," ujar Martinus.

Saat ditemukan warga, gadis itu masih bernapas. Warga bergegas membawa korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. "Tiba dirumah sakit, dokter menyatakan bahwa gadis itu sudah tidak bernyawa. Diduga gadis malang itu meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit," kata Martinus.

Sementara itu, anak pemilik kos itu, Rudiarto (40), mengaku awalnya tidak tahu tentang pembunuhan sadis ini. Kepada Kompas.com Rudiarto mengaku heran melihat mobil gadis itu terparkir di luar halaman rumah tanpa pemiliknya. Pintu depan mobil terbuka dan mesin menyala.

"Iya, sebelumnya saya enggak tahu. Saya heran, ada mobil di luar halaman, tapi pemiliknya enggak ada. Mesinnya menyala dan pintunya pun terbuka. Takut ada apa-apa, saya langsung masukin aja mobilnya itu ke garasi," aku Rudiarto.

Setelah kejadian itu, sejumlah polisi dari Polsek Sukajadi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Namun, karena penerangan kurang memungkinkan, olah TKP dilanjutkan, Selasa siang. "Iya, memang kita menemukan jejak bekas penggusuran korban," kata Martinus lagi.

Kasus ini berada di kawasan Polsek Sukajadi, Bandung, dan sudah dilimpahkan penanganannya ke Polrestabes Bandung. "Untuk motifnya, kita masih selidiki terus, kita belum bisa menyimpulkan. Kami sudah menyerahkan kasus ini ke Satreskrim Polrestabes Bandung," kata Kapolsek Sukajadi Ajun Komisaris Polisi Suminem.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno dan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andiko belum dapat dikonfirmasi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Bandung, Rio Kuswandi
Editor : Glori K. Wadrianto