Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Kronologi Penembakan Ambulans di Puncak Jaya

Kamis, 1 Agustus 2013 | 06:00 WIB
Shutterstock Ilustrasi senjata api. | Shutterstock
TIMIKA, KOMPAS.com — Teror penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata tidak dikenal di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, kian memprihatinkan dan menjurus nekat. Ambulans yang diberondong tembakan dan menewaskan satu orang, pada Rabu (31/7/2013), hanya berlokasi sekitar 100 meter dari Pos TNI di Puncak Senyum, Puncak Jaya. Berikut adalah kronologinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, sebelum ditembaki, ambulans milik RSUD Kabupaten Puncak Jaya itu menjemput warga yang sakit di Distrik Tingginambut. Penjemputan dilakukan atas laporan tiga prajurit TNI ke UGD RSUD Puncak Jaya pada pukul 11.20 WIT hari itu.

Sekembali dari Tingginambung, dalam perjalanan menuju Kota Mulia, ambulans ini diberondong tembakan. Penembakan di kawasan Puncak Senyum itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIT, tepatnya di Kampung Urgele.

Erik Yoman, satu dari delapan warga yang ikut mengantar pasien tersebut, tewas akibat berondongan tembakan itu. Dia terkena tembakan di dada kiri dan pipi kiri yang tembus ke belakang kepalanya. Selain itu, petugas kesehatan, Fritz Baransano, tertembak di rusuk kanan, serta sopir ambulans, Darson Wonda, tertembak di lengan kiri.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Lismer Lumban mengatakan, aparat gabungan TNI dan Polri langsung mendatangi lokasi penembakan dan mengevakuasi korban ke RSUD Puncak Jaya. "Tiga orang yang tertembak tersebut duduk di kursi depan bersama sopir," ujar Lismer melalui layanan pesan, Rabu (31/7/2013) malam.

Menurut Lismer, penembakan diduga dilakukan dari arah ketinggian 20 hingga 50 meter, menggunakan senjata laras panjang. Dia menambahkan, pelaku diduga merupakan anggota kelompok bersenjata Pilia yang kerap beraksi di kawasan Puncak Senyum. Penyidikan penembakan, ujar Lismer, dilakukan oleh kepolisian. Sementara prajurit TNI meningkatkan kesiapsiagaan di kawasan tersebut.

Sebelum penembakan ambulans ini, kontak senjata juga terjadi antara kelompok bersenjata dengan prajurit TNI, di landasan Bandara Mulia, Kampung Karubate, Distrik Mulia. Dalam baku tembak yang terjadi pada Jumat (19/7/2013) itu, dua anggota kelompok bersenjata tewas tertembak.



Penulis: Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono
Editor : Palupi Annisa Auliani